Intelijen Nasional AS Tuding Dr. Fauci Danai Penelitian COVID-19 dan Manipulasi Informasi Intelijen
BeritaNasional.com - Tokoh kesehatan masyarakat paling berpengaruh di Amerika Serikat (AS) Dr. Anthony Fauci dituding telah mendanai penelitian virus corona yang berisiko sebelum pandemi oleh Direktur Intelijen Nasional AS, Tulsi Gabbard. Fauci juga dituding telah membantu mengarahkan penelitian intelijen AS menjauh dari kemungkinan asal-usul COVID-19.
Dilansir dari Viory pada Jumat (19/6/2026), Gabbard menyampaikan tudingan tersebut saat merilis sejumlah dokumen baru tentang asal usul COVID-19 di Kantor Direktur Intelijen Nasional, Kamis (17/6/2026).
“Sudah saatnya Anda mengetahui kebenaran,” kata Gabbard dalam pidato langsung dari Washington, DC, seraya menggambarkan rilis tersebut sebagai bagian dari mandat 'transparansi maksimal' Presiden Donald Trump.
“Sebelum pandemi COVID, Dr. Fauci, sebagai kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, memberikan jutaan dolar pajak AS untuk mendanai penelitian peningkatan fungsi yang berbahaya pada virus corona kelelawar di Institut Virologi Wuhan,” ungkap Gabbard.
Gabbard pun mengklaim bahwa pekerjaan tersebut sekarang secara luas dipandang sebagai sumber kebocoran laboratorium yang tidak disengaja yang memicu pandemi.
Berdasarkan dokumen ODNI yang mencakup indeks email, laporan, pengaduan pelapor, dan materi hibah EcoHealth Alliance yang terkait dengan asal-usul COVID-19. Terungkap bagaimana peran langsung Fauci dalam memengaruhi bahkan memanipulasi informasi intelijen tentang COVID-19.
“Dokumen-dokumen ini mengungkap peran langsung Fauci dalam memengaruhi dan memanipulasi Penilaian Komunitas Intelijen (IC) tentang Covid-19 dan bagaimana Fauci berbohong kepada Kongres pada tahun 2024 ketika, di bawah sumpah, ia menyangkal mengetahui atau berpartisipasi dalam diskusi dengan pejabat intelijen tentang penelitian virus,” beber Gabbard.
Sebagai informasi, Fauci adalah salah satu tokoh kesehatan masyarakat yang paling terkenal di Amerika Serikat. Seorang dokter dan ahli imunologi, ia memimpin Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular dari tahun 1984 hingga 2022, memberi nasihat kepada tujuh presiden AS, dan menjadi wajah harian respons COVID-19 AS di bawah Donald Trump dan Joe Biden. Namun, ia belum berkomentar terkait tudingan ini.
Terlebih, para pendukungnya memuji rekam jejak Fauci yang panjang dalam hal HIV/AIDS, Ebola, dan kesiapan menghadapi pandemi. Di sisi lain, para kritikus mengatakan, Fauci menjadi terlalu berkuasa di dalam sistem kesehatan masyarakat dan terlalu mengabaikan perbedaan pendapat selama COVID-19.
Gabbard mengklaim, dokumen yang baru dirilis menunjukkan bahwa Fauci bukan hanya seorang pejabat kesehatan, tetapi juga memiliki pengaruh di balik layar terhadap komunitas intelijen. Menurutnya, Fauci mendorong komunitas intelijen untuk mendukung asal usul alami hewan, guna mengalihkan penelitian yang sesungguhnya.
“Mendorong komunitas intelijen untuk mendukung asal usul alami dari hewan untuk mengalihkan perhatian dari penelitian yang meningkatkan penelitian berbahaya yang didanainya dengan menggunakan uang pajak,” ucapnya.
Sebelumnya pada 2023, sebuah laporan ODNI mengatakan bahwa badan-badan intelijen AS tetap terpecah. Beberapa cenderung pada asal usul alami COVID-19, sementara FBI dan Departemen Energi cenderung pada insiden terkait laboratorium. CIA kemudian menilai bahwa asal usul virus dari laboratorium lebih memungkinkan, meskipun dengan keyakinan yang rendah.
Sementara itu, China juga telah menolak tuduhan kebocoran laboratorium dan menuduh Washington mempolitisasi pencarian asal usul COVID-19.
Respons ini disampaikan setelah Gabbard mengklaim pada pekan lalu bahwa pemerintah AS telah berbohong tentang keberadaan dan pendanaan laboratorium biologi, termasuk di Ukraina. Gabbard juga dilaporkan akan mengundurkan diri dari jabatannya mulai 30 Juni 2026, dengan alasan pribadi yakni penyakit kanker yang baru-baru ini diderita suaminya.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu






