Binance Tangguhkan Layanan Bursa Kripto di Uni Eropa, Ini Penyebabnya!

Oleh: Kiswondari
Minggu, 28 Juni 2026 | 23:00 WIB
Ilustrasi kripto Bitcoin. (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi kripto Bitcoin. (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com - Bursa kripto terbesar di dunia, Binance mengumumkan penangguhan sementara layanan kepada pelanggannya di Uni Eropa mulai minggu depan, karena gagal mendapatkan otorisasi dari aturan perizinan baru, di mana semua penyedia layanan harus mendapatkan izin paling lambat pada 1 Juli. 

Melansir dari Russian Today (RT) pada Sabtu (27/6/2026), semua penyedia layanan aset kripto wajib memperoleh lisensi berdasarkan Peraturan Pasar Aset Kripto atau MiCA, paling lambat 1 Juli 2026, atau berisiko dikenakan sanksi. Aturan baru ini diadopsi pada tahun 2023 dan diluncurkan secara bertahap mulai 2024.

Aturan baru ini bertujuan untuk mengurangi risiko penyalahgunaan pasar dan kejahatan keuangan, melindungi konsumen dan investor, memperkuat pengawasan sektor ini, dan menggantikan peraturan nasional yang terfragmentasi dengan satu set aturan tunggal.

Langkah ini diambil Binance setelah bertahun-tahun berada di bawah pengawasan ketat regulator. Otoritas Prancis juga terus melakukan investigasi terhadap bursa kripto, usai salah satu pendiri dan mantan CEO Binance, Changpeng Zhao mengaku bersalah dalam sebuah pengadilan di Amerika Serikat (AS) pada 2023 atas pelanggaran anti pencucian uang dan menjalani hukuman penjara empat bulan pada tahun berikutnya.

Sebelumnya, Binance telah menarik permohonan lisensi MiCA-nya di Yunani pada Rabu (24/6/2026) dan akan mengajukan permohonan di negara Uni Eropa lainnya. Namun, permohonan baru tersebut kemungkinan besar tidak akan disetujui sebelum 1 Juli. Sehingga Binance tidak akan dapat melayani pelanggan Eropa sampai menerima lisensi yang diperlukan.

Pada Jumat (26/6/2026), Financial Times melaporkan bahwa pelanggan Binance di Polandia, Italia, Spanyol, dan Prancis, yang beroperasi di bawah lisensi lokal, telah menerima email pada awal pekan ini yang menjelaskan bagaimana mereka dapat menarik aset mereka karena penghentian operasional.

Binance menyatakan bahwa mereka sedang menghubungi pengguna yang terdampak secara langsung dan memastikan bahwa aset mereka tetap aman dan terlindungi. Binance pun yakin bahwa mereka akan memperoleh lisensi MiCA dalam beberapa bulan mendatang dan akan mengumumkan negara anggota tempat mereka berencana untuk beroperasi setelah proses otorisasi selesai.

Sebagai informasi, MiCA secara luas dianggap sebagai kerangka peraturan komprehensif pertama di dunia untuk aset kripto yang mencakup seluruh pasar bersama. Meskipun aturan ini dirancang untuk menyelaraskan regulasi kripto di seluruh Uni Eropa, para analis dan pelaku industri telah menyuarakan kekhawatiran tentang implementasi yang tidak merata di seluruh negara anggota, ketergantungan pada regulator nasional untuk perizinan, dan risiko konsolidasi pasar karena perusahaan-perusahaan kecil kesulitan memenuhi biaya kepatuhan.

Di sisi lain, pemerintah di seluruh dunia semakin gencar mengatur sektor kripto yang berkembang pesat, meskipun pendekatannya sangat beragam.

China secara efektif telah melarang perdagangan dan penambangan mata uang kripto, sementara AS dan Inggris saat ini sedang mengembangkan kerangka peraturan yang lebih luas. Dan Rusia mengizinkan kepemilikan dan perdagangan mata uang kripto tetapi melarang penggunaannya untuk pembayaran domestik, dan secara bertahap memperluas aturan yang mengatur penambangan dan penyelesaian lintas batas.

Sumber: Russian Todaysinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: