Investor Kripto Tembus 21 Juta, PINTU Gencarkan Edukasi ke Kampus

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 13 April 2026 | 22:02 WIB
Pintu Goes to Campus Universitas Padjadjaran.m(Foto/doc. PINTU)
Pintu Goes to Campus Universitas Padjadjaran.m(Foto/doc. PINTU)

BeritaNasional.com - PT Pintu Kemana Saja (PINTU) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan di Indonesia.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pintu Goes to Campus bertema Financial Literacy yang digelar di Bale Sawala, Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor, Jawa Barat, pada 9 April 2026. Acara ini dihadiri lebih dari 200 mahasiswa.

Selain edukasi, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada delapan mahasiswa berprestasi Unpad.

Literasi Keuangan Jadi Kunci Hadapi Produk Investasi

Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menekankan pentingnya pemahaman literasi keuangan di tengah maraknya produk investasi, termasuk kripto.

Menurutnya, kurangnya pemahaman dapat berpotensi menimbulkan masalah finansial di masa depan.

“Literasi keuangan, termasuk kripto dan investasi, menjadi hal yang sangat penting. Jika tidak dipahami dengan baik, bisa menimbulkan permasalahan ke depan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara OJK, PINTU, dan pihak terkait dalam memberikan edukasi kepada mahasiswa.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Djoko Kurnijanto, menyoroti masih adanya kesenjangan antara literasi dan inklusi di sektor kripto.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar ikut tren dalam berinvestasi.

“Pastikan dua hal, yaitu legal dan logis. Gunakan platform yang berlisensi OJK dan jangan mudah tergiur iming-iming keuntungan pasti,” tegasnya.

Prinsip ini dinilai tetap relevan, termasuk dalam investasi aset digital yang semakin berkembang.

Adopsi Kripto Meningkat, Tapi Literasi Masih Jadi Tantangan

Chief Marketing Officer PINTU, Timothius Martin, mengungkapkan bahwa adopsi kripto terus meningkat, baik secara global maupun di Indonesia.

Secara global, sekitar 700 juta orang telah berinvestasi kripto. Sementara di Indonesia, jumlah investor telah mencapai lebih dari 21 juta melampaui investor saham.

“Masalah utama bukan lagi adopsi, tetapi literasi dan edukasi. Karena itu kami aktif masuk ke kampus untuk memberikan pemahaman yang benar,” jelasnya.

Berdasarkan data OJK per Februari 2026, jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 21,07 juta. Sementara itu, World Economic Forum mencatat sekitar 42% investor Gen Z secara global telah memiliki aset kripto.

PINTU menilai tingginya minat generasi muda terhadap investasi digital harus diimbangi dengan pemahaman yang kuat. Tanpa literasi yang memadai, risiko kesalahan dalam mengambil keputusan finansial akan semakin besar.

“Generasi muda tidak cukup hanya mengikuti tren. Mereka harus memahami investasi secara mendalam agar bisa mengambil keputusan yang bijak,” tutup Timothius.

Melalui kegiatan edukasi seperti ini, PINTU bersama OJK dan institusi pendidikan berharap dapat menciptakan investor muda yang lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan industri kripto.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: