Final Piala Dunia 2026, Spanyol Ogah Beri Kawalan Khusus untuk Jinakkan Lionel Messi

Oleh: Tarmizi Hamdi
Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:30 WIB
Kapten Timnas Argentina Lionel Messi (jersey biru) saat menghadapi Inggris di Piala Dunia 2026. (Foto/Instagram Lionel Messi)
Kapten Timnas Argentina Lionel Messi (jersey biru) saat menghadapi Inggris di Piala Dunia 2026. (Foto/Instagram Lionel Messi)

BeritaNasional.com - Pelatih Tim Nasional (Timnas) Spanyol Luis de la Fuente menegaskan bahwa timnya tidak akan menerapkan strategi pengawalan satu lawan satu (man-to-man marking) khusus untuk meredam pergerakan kapten Argentina Lionel Messi dalam laga final Piala Dunia 2026 pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Langkah ini terbilang berani karena Messi menjadi motor serangan utama Albiceleste dengan kontribusi langsung dalam 12 dari 19 gol Argentina sepanjang turnamen. 

Namun, De la Fuente memiliki alasan tersendiri yang didasarkan pada pengalaman masa lalunya yang traumatis saat masih melatih tim muda Sevilla dan harus menghadapi Messi di Barcelona.

"Saat itu skor masih 0-0 dan saya menugaskan satu pemain untuk mengawal ketat Messi. Pada menit ke-70, pemain saya harus diganti karena sudah kena kartu kuning. Hanya dalam waktu 15 menit tersisa, Messi menjebol gawang kami empat kali. Jadi, tidak ada kawalan man-to-man kali ini. Kami hanya harus ekstra waspada secara kolektif," katanya yang dikutip dari laman resmi FIFA pada Sabtu (18/7/2026).

Daripada terfokus pada satu pemain, De la Fuente lebih memilih untuk mempersiapkan kolektivitas timnya demi menghadapi kekuatan Argentina yang dinilainya sangat mirip dengan Spanyol.

"Hari Minggu nanti kita akan melihat pertunjukan yang luar biasa. Dua tim super yang punya banyak kemiripan dalam hal bakat dan sikap," tutur pelatih berusia 65 tahun tersebut.

Angin Segar, Lamine Yamal Dipastikan Fit

Di tengah persiapan taktik meredam Argentina, Spanyol juga mendapatkan angin segar. Penyerang andalan mereka, Lamine Yamal, dipastikan dalam kondisi fit dan siap tempur untuk laga puncak nanti.

Sebelumnya, kondisi pemain berusia 19 tahun ini sempat memicu kekhawatiran setelah terlihat pincang pasca-laga semifinal melawan Prancis dan sempat absen latihan.

"Dia hanya mengalami benturan keras yang memang cukup menyakitkan. Untuk berjaga-jaga, kami mengistirahatkannya. Tapi, hari ini dia sudah ikut latihan penuh bersama rekan-rekannya. Kondisinya sangat bagus dan optimal," ," ujar De la Fuente yang dikutip dari laman resmi FIFA pada Sabtu (18/7/2026).

Kendati demikian, sesi latihan terakhir pada Sabtu di Stadion New York New Jersey akan menjadi penentu akhir, karena De la Fuente menganggap momen ini sangat kritis dan tidak ada waktu lagi untuk pemulihan jika terjadi cedera kambuhan.

Ketika disinggung mengenai potensi besar Yamal yang sering dibanding-bandingkan dengan Messi, De la Fuente meminta publik untuk tidak membebani sang wonderkid. Bagi sang pelatih, Messi adalah panutan, namun Yamal harus fokus menjadi dirinya sendiri untuk bisa mengukir sejarahnya sendiri di final Piala Dunia pertama Spanyol sejak tahun 2010.

Sumber: FIFAsinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: