Deschamps Bersiap Jalani Laga Perpisahan Bersama Timnas Prancis Kontra Inggris di Piala Dunia 2026
BeritaNasional.com - Laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Inggris di Miami pada Minggu (19/7/2026) dini hari WIB akan menjadi momen yang sangat emosional.
Laga ini dipastikan menjadi laga pemungkas bagi Didier Deschamps yang akan menyudahi masa baktinya sebagai juru taktik Les Bleus.
"Saya tahu bahwa tirai terakhir akan turun besok," katanya pada konferensi pers prapertandingan yang dikutip dari laman resmi FIFA pada Sabtu (18/7/2026).
Kegagalan melaju ke partai puncak menjadi pukulan telak bagi armada Deschamps. Prancis yang awalnya menjadi salah satu kandidat kuat juara terpaksa mengubur impian mereka setelah ditumbangkan Spanyol dengan skor 2-0 di babak semifinal.
"Tidak seorang pun di sini akan menangis, tetapi saya tahu saya akan merindukan tim Prancis. Selama 15 tahun, saya mendapat hak istimewa untuk mengalami momen-momen yang ajaib, dan momen-momen sulit lainnya," kata sang pelatih.
Deschamps merupakan sosok legendaris yang dedikasinya tak perlu diragukan lagi, di mana ia sukses mengawinkan gelar juara Piala Dunia sebagai pemain pada tahun 1998 dan sebagai pelatih pada 2018.
Secara total, pria berusia 57 tahun ini telah menghabiskan waktu selama seperempat abad untuk mengabdi pada Timnas Prancis.
"Tapi, hidup terus berjalan. Saya orang yang positif, dan saya tahu semuanya akan baik-baik saja. Ini adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada saya," kata Deschamps.
Pelatih yang menukangi Prancis sejak tahun 2012 ini menyadari bahwa keputusannya untuk menyudahi kontrak yang habis ini akan mengubah jalan hidupnya. Walau demikian, ia memilih untuk fokus menatap masa depan setelah melewati dinamika panjang bersama tim nasional.
"Hal itu menyita 25 tahun hidupku dan meninggalkan bekas yang mendalam. Kenangan tak terlupakan tetap ada. Tetapi yang terpenting selalu adalah apa yang ada di depan," tambahnya.
Meskipun atmosfer ruang ganti sempat diselimuti kesedihan akibat gagal menembus final, Deschamps tetap menuntut profesionalisme dari anak asuhnya. Ia ingin Kylian Mbappe dan kawan-kawan segera melupakan kepedihan dan menutup turnamen ini dengan kepala tegak.
"Kami kecewa karena kami memiliki ambisi besar untuk kompetisi ini. Kami harus menerima kekalahan ini, dan sekarang kami memiliki pertandingan yang akan datang, lalu kami akan berlibur. Kami semua membutuhkannya," jelasnya.
Laga perebutan juara ketiga memang kerap dianggap sebagai laga formalitas yang kurang disukai oleh tim yang kalah di semifinal.
"Para pemain, staf, dan saya memiliki kewajiban untuk memberikan yang terbaik dan mencapai tujuan terakhir ini, yang kurang penting daripada memenangkan final, tetapi kami ada di sini," katanya.
Namun, Deschamps menegaskan bahwa mengalahkan Inggris tetap menjadi target wajib yang harus dituntaskan sebagai bentuk tanggung jawab terakhirnya.
"Tim Inggris tidak ingin bermain, dan kami juga tidak, tetapi ada tujuan, ada pertandingan yang harus dimainkan," tandasnya.
Sumber: FIFA
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






