Prancis Gasak Brasil di Laga Persahabatan, Ini Kata Mbappe dan Deschamps
BeritaNasional.com - Tim Nasional (Timnas) Prancis sukses menunjukkan taringnya dalam laga persahabatan sarat gengsi melawan Brasil yang digelar di Foxborough, Amerika Serikat (AS), Jumat (27/3/2026) dini hari WIB.
Meski harus menyudahi pertandingan dengan sepuluh pemain akibat kartu merah, tim berjuluk Les Bleus ini berhasil mengamankan kemenangan tipis 2-1 atas tim asuhan Carlo Ancelotti.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Prancis dalam persiapannya menuju Piala Dunia 2026 sekaligus menjadi panggung bagi Kylian Mbappe untuk semakin mendekati rekor gol abadi milik Olivier Giroud.
Dominasi Taktis dan Ambisi Sang Kapten
Mengenakan seragam tandang baru berwarna hijau, Prancis tampil percaya diri sejak menit awal. Kendati Brasil sempat mengancam melalui tembakan Raphinha, kendali permainan tetap berada di tangan anak asuh Didier Deschamps.
Prancis akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-32 melalui sepakan chip Kylian Mbappe yang melewati Ederson, membuat sang kapten kini mengoleksi 56 gol internasional.
Usai laga, Mbappe menegaskan bahwa duel melawan Brasil tidak pernah dianggap sebagai laga persahabatan biasa oleh timnya.
"Bagi kami, ini bukan pertandingan persahabatan. Bermain melawan Brasil adalah kesempatan bagi negara mana pun, dan kami sangat menghormati mereka. Ini kesempatan bagi kami untuk melihat posisi kami secara teknis, taktis, dan dalam hal intensitas yang menyerupai pertandingan tingkat atas," ujar Mbappe yang dikutip dari laman resmi Timnas Prancis pada Jumat.
Mengenai peluangnya memecahkan rekor gol sepanjang masa Prancis, Mbappe mengaku lebih fokus pada kontribusi tim daripada sekadar angka.
"56 gol? Yang saya inginkan hanyalah berada di lapangan dan bermain. Ini luar biasa. Ini adalah pertandingan gala bagi siapa pun. Setiap anak pasti ingin bermain dalam pertandingan Prancis-Brasil. Saya ingin terus bermain dan kita lihat bagaimana hasilnya nanti," tambahnya.
Ujian Mental dengan Sepuluh Pemain
Memasuki babak kedua, situasi sempat berbalik sulit bagi Prancis. Setelah tinjauan VAR, wasit mengusir Dayot Upamecano karena pelanggaran keras terhadap Wesley.
Kehilangan satu bek tengah memaksa Prancis bermain defensif selama lebih dari empat puluh menit. Namun, melalui transisi cepat, Hugo Ekitike justru menggandakan keunggulan pada menit ke-65, sebelum akhirnya Brasil memperkecil kedudukan lewat Bremer di menit ke-78.
Pelatih Didier Deschamps memberikan apresiasi tinggi terhadap daya juang para pemainnya yang mampu bertahan di bawah tekanan hebat di sisa waktu pertandingan.
"Ini kemenangan besar melawan Brasil. Terakhir kali kami bermain melawan mereka sebelas tahun lalu, kami kalah 3-1. Saat itu ada kesenjangan besar antara mereka dan kami. Saya tidak akan mengatakan kesenjangan itu telah berbalik, tetapi dalam hal kontrol teknis dan hubungan antara gelandang serta penyerang, ada hal-hal yang sangat menarik," kata Deschamps.
Dia juga mengakui bahwa bermain dengan sepuluh orang di tengah jadwal yang padat merupakan ujian fisik yang berat bagi timnya.
"Memulai kembali cukup sulit setelah jeda dan kemudian bermain dengan sepuluh pemain, dengan kelelahan. Kita harus menghargainya. Ini menegaskan bahwa kita memiliki kualitas dan kemampuan untuk menyakiti lawan," tegas sang pelatih.
Evaluasi dan Rotasi Skuad
Kemenangan ini harus dibayar mahal dengan cederanya beberapa pemain kunci. Deschamps mengonfirmasi bahwa ia akan melakukan perubahan besar untuk laga berikutnya melawan Kolombia demi menjaga kebugaran skuad.
"Saya akan menarik Upamecano yang tidak bisa bermain pada hari Minggu setelah kartu merah, dan Aurélien (Tchouaméni) mengalami cedera di belakang lutut. Saya akan melakukan banyak perubahan pada hari Minggu. Ini saatnya memberi waktu bermain; saya ingin melihat para pemain lain," tandasnya.
Susunan Pemain
Brasil: Ederson; Wesley, Bremer, Leo Pereira, Douglas Santos; Casemiro, Andrey Santos; Raphinha, Matheus Cunha, Martinelli; Vinicius Junior. Pelatih: Carlo Ancelotti
Prancis: Maignan; Gusto, Konaté, Upamecano, T. Hernandez; Tchouaméni, Rabiot; Dembélé, Olise, Ekitike; K. Mbappé. Pelatih: Didier Deschamps.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







