Tuchel Percaya Diri Bawa Inggris Raih Peringkat 3 Piala Dunia 2026 dengan Taktik Pasif
BeritaNasional.com - Pelatih Tim Nasional (Timnas) Inggris Thomas Tuchel pasang badan membela keputusan taktisnya setelah skuad Three Lions tersingkir di babak semifinal Piala Dunia 2026.
Di tengah gelombang kritik, Tuchel menegaskan Inggris saat ini berada dalam misi jangka panjang untuk mengikis jarak dengan tim-tim raksasa dunia.
Menanggapi kekalahan tipis 1-2 atas Argentina, Tuchel tidak menampik kritik publik yang menyoroti gaya main Inggris yang cenderung pasif di menit-menit krusial.
"Saya melihat mereka dengan cara yang sama bahwa kami terlalu pasif," katanya menjelang pertandingan kontra Prancis yang dikutip dari laman resmi FIFA pada Sabtu (18/7/2026).
Meski mengakui performa timnya sempat mengendur, pelatih asal Jerman tersebut menolak meminta maaf atas keputusannya mengubah formasi menjadi lima bek di tengah laga.
Tuchel merasa tindakan tersebut adalah respons yang paling masuk akal untuk meredam gempuran lawan pada saat itu.
"Saya tidak menyesali keputusan saya. Saya mengambil beberapa keputusan dengan mempercayai insting, intuisi, dan pengalaman saya. Saya akan menyesal jika saya tidak membantu, jika kami tidak bereaksi," tegas eks pelatih Chelsea ini.
Sebagai nakhoda tim, pelatih berkebangsaan Jerman ini enggan mencari kambing hitam atas kegagalan melangkah ke partai final.
Ia dengan tegas mengambil alih semua tanggung jawab dan memilih fokus untuk menyembuhkan mental anak asuhnya.
"Jika ada yang disalahkan, saya yang akan disalahkan. Saya adalah pelatih kepala. Saya tidak akan terlibat dalam 'permainan saling menyalahkan' karena bagi saya tidak ada yang perlu disalahkan. Kami merasakan sakit yang paling besar, dan itu adalah luka yang kami tanggung sekarang," katanya.
Selain faktor taktik, pelatih berusia 52 tahun tersebut membeberkan bahwa kelelahan fisik yang luar biasa menjadi kendala utama Harry Kane dan kolega.
Menurut dia, kematangan bermain skuad Argentina yang sudah bertahun-tahun tampil bersama akhirnya menjadi pembeda dalam laga sengit tersebut.
"Para pemain benar-benar mengerahkan segalanya secara fisik. Argentina menemukan performa terbaik mereka. Mereka memiliki pengalaman memenangkan gelar bersama. Ini menjadi faktor penentu," imbuh Tuchel.
Kini, Inggris harus segera melupakan kesedihan demi menatap laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis pada Sabtu ini.
Tuchel memandang pertandingan tersebut sebagai pembuktian ketangguhan mental sekaligus kesempatan langka untuk mengukir sejarah baru bagi sepak bola Inggris.
"Tidak ada yang ingin berada di pertandingan ini besok, tetapi ini adalah kesempatan untuk meraih hasil terbaik dalam 60 tahun bagi Inggris. Kita harus mengejar ketertinggalan. Prancis, Spanyol, dan Argentina berharap untuk menang. Kami masih bermimpi dan terus berjuang. Tetapi, kami tidak akan berhenti memburu," tandasnya.
Sumber: FIFA
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu




