Tuchel Gagal Belajar dari Era Southgate, Strategi Bertahan Jadi Bumerang
BeritaNasional.com - Kekalahan 1-2 dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 kembali memperpanjang catatan buruk Timnas Inggris saat menghadapi tim elite dunia di fase gugur.
Hasil ini sekaligus memicu sorotan terhadap pelatih Thomas Tuchel yang dinilai gagal membawa The Three Lions melangkah ke final.
Bermain sempat menjanjikan, Inggris bahkan lebih dulu unggul melalui gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Argentina bangkit lewat gol Enzo Fernandez pada menit ke-85 sebelum Lautaro Martinez memastikan kemenangan Albiceleste di masa injury time.
Kekalahan tersebut menjadi kali ketujuh secara beruntun Inggris tersingkir dari Piala Dunia setiap kali menghadapi negara yang berada di peringkat 10 besar FIFA pada fase gugur.
Rekor Buruk Inggris Belum Berakhir
Sejak Piala Dunia 1998, Inggris selalu gagal melewati tim penghuni 10 besar ranking FIFA di babak knockout. Dalam rentang itu, The Three Lions disingkirkan oleh Argentina, Brasil, Portugal, Jerman, Kroasia, Prancis, dan kini kembali oleh Argentina.
Kegagalan kali ini terasa semakin menyakitkan karena Inggris sempat berada di atas angin setelah membuka keunggulan lebih dulu.
Usai mencetak gol, Inggris justru memilih bermain lebih bertahan. Thomas Tuchel mengubah formasi menjadi lima bek dan menarik sejumlah pemain yang memiliki karakter menyerang.
Strategi tersebut justru memberi ruang bagi Argentina untuk menguasai jalannya pertandingan. Statistik menunjukkan Inggris hanya menguasai sekitar 12 persen penguasaan bola sejak unggul hingga kebobolan gol penentu pada menit ke-92.
Dominasi Argentina semakin terlihat ketika Lionel Messi leluasa mengatur serangan dan menciptakan dua assist yang membawa timnya melaju ke final.
Dinilai Ulangi Kesalahan Era Southgate
Kekalahan dari Argentina juga mengingatkan publik pada semifinal Piala Dunia 2018 saat Inggris gagal mempertahankan keunggulan dan akhirnya disingkirkan Kroasia.
Ironisnya, Thomas Tuchel didatangkan untuk membawa Inggris melampaui capaian Gareth Southgate. Namun, pada turnamen pertamanya, pelatih asal Jerman itu justru tersandung persoalan yang hampir serupa, yakni terlalu cepat mengubah pendekatan menjadi defensif setelah unggul.
Keputusan Tuchel dalam menyusun skuad juga mulai diperdebatkan. Beberapa pemain kreatif yang dinilai mampu menambah variasi serangan, seperti Trent Alexander-Arnold dan Adam Wharton, tidak dibawa ke Piala Dunia 2026.
Meski berhasil membawa Inggris hingga semifinal, kegagalan menembus final membuat posisi Thomas Tuchel mulai menjadi bahan perdebatan.
Sejumlah pendukung menilai pelatih berusia 52 tahun itu belum mampu membawa perubahan signifikan dibanding era Southgate, terutama dalam laga-laga besar melawan tim papan atas dunia.
Sementara itu, Argentina melangkah ke final Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi Spanyol. Inggris harus mengalihkan fokus ke perebutan peringkat ketiga melawan Prancis.
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 20 jam yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 20 jam yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu







