Scaloni Tak Bisa Berkata-kata Usai Argentina ke Final: Kami Tim yang Unik
BeritaNasional.com - Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, tidak mampu menyembunyikan rasa bangganya setelah tim asuhannya memastikan tiket ke final Piala Dunia 2026.
Seperti diketahui, Timnas Argentina memastikan langkah ke final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Inggris dengan skor 2-1 pada laga semifinal yang berlangsung di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.
Scaloni menyebut pencapaian para pemainnya sepanjang turnamen sebagai sesuatu yang luar biasa. Menurutnya, skuad Albiceleste kembali menunjukkan karakter dan mental juara saat mampu membalikkan keadaan di menit-menit akhir pertandingan.
"Tak ada kata-kata. Ini adalah kebahagiaan bagi negara kami, bagi rakyat kami. Beberapa hari lalu saya mengatakan bahwa kelompok pemain ini tidak pernah berhenti membuat saya terkejut. Dan sejujurnya, kami akan mencoba untuk menang, kami akan memberikan segalanya di sana," kata Scaloni kepada media usai pertandingan dikutip dari laman resmi FIFA
Pelatih berusia 48 tahun itu juga menegaskan bahwa timnya memiliki karakter yang spesial dan selalu mampu memberikan respons di momen-momen sulit.
"Sangat sulit membuat orang memahami apa yang ditunjukkan para pemain ini. Ini luar biasa. Kami adalah tim yang unik, sungguh, dan ini bukan kesombongan, ini datang dari hati. Kami unik. Orang-orang kami hari ini membawa kami untuk memenangkan pertandingan, jadi saya sangat berterima kasih," ujarnya.
Sementara itu, pahlawan kemenangan Argentina, Lautaro Martínez, mengungkapkan bahwa dirinya telah memiliki firasat akan menjadi penentu kemenangan Albiceleste.
Penyerang Inter Milan tersebut mengaku sempat mengatakan kepada Alexis Mac Allister bahwa dirinya akan mencetak gol setelah masuk ke lapangan.
"Saya memimpikannya, saya bersumpah. Saya mengatakan kepada Alexis bahwa saya akan mencetak gol. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya akan masuk ke lapangan dan memenangkan pertandingan ini. Dan kesempatan itu datang kepada saya," kata Lautaro.
Lautaro juga menilai perubahan permainan Inggris setelah unggul menjadi salah satu faktor yang membantu Argentina bangkit.
"Mereka kelelahan. Mereka menekan selama 60 menit. Setelah itu mereka sudah tidak memiliki tenaga lagi. Mereka mulai bertahan setelah berhasil mencetak gol. Hal itu membuat kami lebih tenang dalam mengalirkan bola," ujarnya.
Menurut Lautaro, Argentina mampu memanfaatkan situasi tersebut dengan memperlebar permainan hingga akhirnya mencetak dua gol pada menit-menit akhir.
"Kami melebarkan permainan, dan pada akhirnya kami mendapatkan dua gol. Setelah tiga setengah tahun, kami kembali bermain di final Piala Dunia," ucapnya.
Kemenangan atas Inggris membuat Argentina kembali tampil di partai puncak Piala Dunia setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2022. Pada final Piala Dunia 2026, Albiceleste akan menghadapi Spanyol dalam duel perebutan gelar juara dunia.
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 21 jam yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 21 jam yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu







