Harga Minyak Dunia Naik 4 Hari Beruntun, Konflik AS-Iran Kian Memanas

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 16 Juli 2026 | 09:30 WIB
Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat di wilayah teritorial Iran. (Foto/X CENTCOM)
Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat di wilayah teritorial Iran. (Foto/X CENTCOM)

BeritaNasional.com - Harga minyak dunia kembali menguat untuk hari keempat berturut-turut di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Eskalasi konflik memicu kekhawatiran pasar terhadap terganggunya pasokan energi global, terutama melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.

Pada perdagangan terbaru, harga minyak mentah Brent naik sekitar 0,4 persen ke level US$85,28 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,5 persen menjadi US$80,02 per barel.

Penguatan harga dipicu oleh serangan militer terbaru AS terhadap sejumlah lokasi strategis di Iran. Pasar menilai konflik yang terus memanas berpotensi menghambat distribusi minyak dari kawasan Teluk.

Kekhawatiran terbesar investor tertuju pada Selat Hormuz, jalur pelayaran yang selama ini menjadi lintasan sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Gangguan terhadap jalur tersebut dinilai dapat memperketat pasokan energi global dan mendorong lonjakan harga minyak dalam beberapa bulan ke depan.

Lembaga keuangan Goldman Sachs bahkan memperkirakan harga minyak Brent berpotensi menembus US$110 per barel pada kuartal IV 2026 apabila ekspor minyak dari kawasan Teluk terus mengalami hambatan.

Ledakan Dilaporkan Terjadi di Sejumlah Wilayah Iran

Di tengah meningkatnya ketegangan, sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di berbagai wilayah Iran.

Media lokal melaporkan warga di Kota Khorramabad, sekitar 490 kilometer di barat daya Teheran, mendengar sedikitnya dua kali ledakan.

Laporan lain juga menyebutkan serangan terjadi di beberapa wilayah strategis di pesisir selatan Iran, termasuk Pulau Qeshm, Bandar Abbas, Sirik, Chabahar, Konarak, Rask, hingga Ahvaz.

Di Ahvaz, sebuah rumah sakit dilaporkan terdampak serangan sehingga pasien harus dievakuasi. Salah satu fasilitas yang mengalami kerusakan adalah ruang perawatan kanker anak.

Kementerian Kesehatan Iran melaporkan sedikitnya 35 orang meninggal dunia dan lebih dari 300 orang lainnya mengalami luka-luka sejak gelombang serangan terbaru dimulai.

Di sisi lain, Iran mengklaim telah melancarkan serangan balasan dengan menargetkan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Situasi tersebut membuat pelaku pasar terus mencermati perkembangan konflik karena setiap eskalasi baru berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi dan pergerakan harga minyak dunia.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: