Viral Video Mama-Mama Papua Diduga Digantung, TNI Turun Tangan

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 16 Juli 2026 | 10:15 WIB
Ilustrasi Kekerasan. (Foto/freepik)
Ilustrasi Kekerasan. (Foto/freepik)

BeritaNasional.com - Video yang memperlihatkan sejumlah mama-mama Papua diduga digantung oleh sekelompok orang beredar luas di media sosial dan memicu keprihatinan publik.

Narasi yang menyertai video tersebut menyebut para korban diperlakukan secara keji oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), namun informasi tersebut hingga kini masih dalam proses pendalaman.

Dalam unggahan akun media sosial @kualimerahputih disebutkan bahwa para mama-mama Papua itu diduga digantung karena dituduh membawa racun. Meski demikian, belum ada kepastian mengenai kebenaran narasi yang beredar. Video tersebut memperlihatkan suara teriakan dan rintihan kesakitan para korban, sementara beberapa orang tampak mengelilingi mereka.

"Peristiwa ini memicu keprihatinan publik. Apabila informasi tersebut benar, berbagai pihak berharap insiden ini dapat diusut secara menyeluruh dan pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku," tulis akun tersebut.

Menanggapi beredarnya video itu, Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema Letkol Infanteri M. Wirya Arthadiguna mengatakan pihaknya telah mengetahui rekaman tersebut dan saat ini masih melakukan pendalaman.

"Benar, sementara lagi didalami tim," ungkap Wirya saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).

Menurut Wirya, kelompok OPM selama ini kerap melakukan tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil, termasuk menyebabkan korban luka hingga meninggal dunia. Ia menilai berbagai aksi yang dilakukan kelompok tersebut menunjukkan tindakan yang tidak berperikemanusiaan.

"Iya sangat keji dan biadab, OPM itu tidak manusiawi," beber perwira menengah dengan dua kembang di pundak tersebut.

Hanya saja, Wirya belum dapat memberikan penjelasan lebih rinci terkait peristiwa yang terekam dalam video tersebut. Ia menegaskan tim Koops TNI Habema yang bertugas di Papua masih melakukan pendalaman untuk memastikan fakta di balik rekaman yang beredar di media sosial.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: