Google Photos Rilis Fitur AI Video Remix, Ubah Video Biasa Jadi Klip Sinematik
BeritaNasional.com - Google menghadirkan inovasi baru di layanan Google Photos melalui fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Video Remix. Fitur ini memungkinkan pengguna mengubah video biasa menjadi klip bergaya sinematik hanya dalam beberapa ketukan.
Video Remix ditenagai model AI Gemini Omni yang mampu menerapkan berbagai efek visual secara otomatis tanpa memerlukan kemampuan mengedit video secara profesional. Fitur tersebut tersedia melalui tab Create di aplikasi Google Photos.
Pengguna hanya perlu memilih video yang tersimpan di galeri, kemudian menentukan template yang diinginkan atau memberikan instruksi kepada AI untuk mengubah tampilan video. Dalam hitungan detik, sistem akan menghasilkan versi baru dengan gaya visual yang lebih menarik dan siap dibagikan ke berbagai platform media sosial.
Melalui unggahan di blog resminya yang diakses pada Senin (13/7/2026), Google menjelaskan bahwa Video Remix mampu menghadirkan berbagai efek, mulai dari penggantian latar belakang, pencahayaan sinematik, hingga transformasi gaya visual yang lebih kreatif.
Teknologi AI tersebut bahkan dapat mengubah suasana dalam sebuah video. Misalnya, latar jalanan perkotaan dapat diubah menjadi taman hijau atau lingkungan futuristik sesuai template maupun perintah yang diberikan pengguna.
Peluncuran Video Remix juga menjadi kelanjutan dari fitur Remix untuk foto yang diperkenalkan Google sebelumnya. Jika fitur terdahulu memungkinkan pengguna mengubah gambar menjadi ilustrasi bergaya anime, komik, atau sketsa, kini kemampuan serupa diperluas ke format video.
Dengan hadirnya fitur baru ini, Google berupaya mempermudah proses pembuatan konten kreatif sekaligus memanfaatkan teknologi AI generatif untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam mengelola koleksi foto dan video.
Pada tahap awal, Video Remix mulai digulirkan untuk pelanggan Google AI Plus, Pro, dan Ultra di sejumlah negara, termasuk Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, India, Korea Selatan, Brasil, Filipina, dan beberapa wilayah lainnya.
Namun, Google menegaskan bahwa peluncuran dilakukan secara bertahap, sehingga belum semua pengguna dapat langsung mengakses fitur tersebut.
Rep: Bunga
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu







