Lebih Cepat dan Murah, Generator Gambar Nano Banana 2 Lite Resmi Meluncur
BeritaNasional.com - Raksasa teknologi Google kembali memperkuat lini kecerdasan buatan (AI) miliknya. Pada Rabu (1/7/2026), Google resmi meluncurkan Nano Banana 2 Lite versi terbaru dari generator video dan gambar berbasis AI.
Dilansir dari TechCrunch, teknologi ini diklaim jauh lebih cepat serta ramah di kantong dibanding pendahulunya. Model baru ini dirancang dengan latensi yang sangat rendah.
Google mengeklaim Nano Banana 2 Lite mampu memproduksi gambar hanya dalam waktu empat detik.
Kemampuan ini menjadikannya solusi ideal untuk kebutuhan pemrosesan gambar massal dalam waktu singkat.
Soal efisiensi biaya, pengguna hanya perlu merogoh kocek sebesar $0,034 (sekitar Rp550) per 1.000 gambar. Tarif ini dinilai sangat ekonomis bagi para kreator atau korporasi yang ingin memproduksi dan menyempurnakan konten dalam skala besar.
Kehadiran versi Lite ini melengkapi ekosistem generator gambar buatan Google yang terus berevolusi dalam setahun terakhir.
Pada musim Panas 2025, Google merilis Nano Banana orisinal yang ditenagai oleh Gemini 3.1 Flash.
Pada Februari 2026, Google meluncurkan Nano Banana 2 yang membawa peningkatan visual menjadi jauh lebih realistis.
Pada versi premium, Google juga menyediakan Nano Banana Pro untuk kebutuhan tingkat lanjut yang lebih kompleks (dan lebih mahal).
Jika Nano Banana 2 dipasarkan sebagai perangkat serba bisa yang andal, maka Nano Banana 2 Lite ini dikustomisasi khusus untuk alur kerja bervolume tinggi yang menuntut kecepatan tinggi. Dengan rilisnya versi Lite, Google kini mengategorikan Nano Banana versi orisinal sebagai "model lama".
Langkah Google yang terus jorjoran berinvestasi pada AI generatif ini terbilang berani. Pasalnya, saat ini sentimen konsumen global sedang marak mengkritik maraknya fenomena "sampah AI" (AI slop) di internet.
Menghadapi skeptisisme tersebut, Google memilih strategi pemasaran yang pragmatis dengan membingkai alat ini sebagai instrumen praktis untuk pembuatan aset iklan.
Di sisi lain, penetrasi teknologi ini juga memicu ketegangan di industri perfilman. Hubungan antara Hollywood dan perusahaan teknologi AI kian memanas, memicu kekhawatiran dari komunitas kreatif serta penonton.
Kondisi ini diperparah setelah Google baru-baru ini menyepakati kerja sama senilai $75 juta dengan studio indie ternama, A24. Kemitraan tersebut langsung menuai gelombang kritik tajam dari para penggemar setia sinema alternatif.
Selain Nano Banana 2 Lite yang kini bisa diakses lewat Google AI Studio, Gemini API, dan Gemini Enterprise Agent Platform, Google juga membawa kabar baik lain.
Mereka resmi memperluas akses Gemini Omni Flash, model AI yang sempat dipamerkan di ajang Google I/O awal tahun ini. Model video generatif ini dibanderol dengan tarif $0,10 per detik untuk video output.
Tak berhenti di situ, Google turut mendemonstrasikan aplikasi baru bernama Omni Product Studio. Aplikasi ini mampu menyulap gambar statis hasil generator AI menjadi video komersial e-commerce berkualitas sinematik.
"Membangun konten dengan media generatif sangat bergantung pada proses iterasi kreatif. Dengan kedua model ini, pengembang dapat menciptakan pengalaman multimedia yang utuh dari ujung ke ujung memadukan pembuatan gambar cepat dengan produksi serta penyuntingan video," tulis Google dalam laman blog resminya.
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu






