Transparansi Digital, Google Kini Wajibkan Label Khusus untuk Iklan Berteknologi AI

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 10 Juli 2026 | 12:30 WIB
Google AI Search. (BeritaNasional/YT Google)
Google AI Search. (BeritaNasional/YT Google)

BeritaNasional.com - Google resmi meluncurkan fitur baru yang dirancang untuk membantu pengguna mengidentifikasi apakah iklan yang mereka lihat di internet dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI. 

Langkah ini diambil sebagai respons atas semakin maraknya penggunaan AI generatif dalam industri periklanan global.

Bagi dunia bisnis, kehadiran AI memang menjadi angin segar. Teknologi ini mempermudah pembuatan materi promosi, menempatkan produk di berbagai latar visual secara instan, hingga memangkas biaya sesi foto produk yang biasanya menguras anggaran.

Namun, kemudahan ini menyimpan celah risiko. Konsumen bisa saja terkecoh jika mereka tidak menyadari bahwa foto produk yang mereka lihat sebenarnya bukanlah objek nyata di dunia asli.

Selama ini, Google sebenarnya sudah melarang keras segala bentuk iklan yang bersifat menipu atau menyesatkan.

Meski begitu, pengiklan masih diperbolehkan memanfaatkan AI untuk memodifikasi atau membuat konten sintetis digital secara kreatif. Aturan kewajiban pengungkapan penggunaan AI pun awalnya hanya diterapkan Google secara ketat pada iklan-iklan yang bermuatan pemilu atau politik saja.

Untuk memperluas transparansi ini kepada konsumen umum, raksasa teknologi tersebut kini memperbarui panel "Pusat Iklan Saya" (My Ad Center).

Fitur ini bisa diakses dengan mudah oleh pengguna di seluruh dunia cukup dengan mengklik menu tiga titik atau ikon informasi yang tertera pada setiap iklan di layanan Google Penelusuran, YouTube, serta Google Discover.

Melalui panel tersebut, pengguna sebenarnya sudah bisa memblokir, melaporkan iklan, atau mencari tahu alasan mengapa iklan tertentu muncul di lini masa mereka.

Kini, Google menambahkan opsi baru bertuliskan "Bagaimana iklan ini dibuat". Menu baru inilah yang akan membocorkan kepada pengguna apakah aset visual atau teks dalam iklan tersebut dibuat atau diedit menggunakan bantuan AI.

Sistem Otomatis dan Tanggung Jawab Pengiklan

Mengenai mekanisme penerapannya, Google menjelaskan label transparansi akan otomatis aktif jika para pengiklan menggunakan ekosistem alat periklanan AI generatif resmi milik Google.

Sistem internal Google akan langsung mengenali dan menandai materi tersebut tanpa perlu tindakan tambahan dari pihak pengiklan.

Namun, kondisinya akan berbeda jika iklan tersebut diproduksi menggunakan aplikasi atau platform AI pihak ketiga di luar ekosistem Google.

Perusahaan menegaskan mereka tidak akan melakukan pengecekan atau pemindaian mandiri secara otomatis untuk mendeteksi unsur AI tersebut.

Sebagai gantinya, Google menyediakan kontrol baru dan mewajibkan para pengiklan untuk jujur melaporkan sendiri keterlibatan AI dalam konten mereka.

Selain itu, di beberapa negara dengan regulasi ketat, label iklan AI ini juga akan menyesuaikan secara otomatis demi mematuhi hukum setempat yang berlaku.

Sumber: TechCrunchsinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: