Jangan Asal Digelar, Ini Pengertian dan Tujuan hingga Strategi Negosiasi

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30 WIB
Ilustrasi (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com -  Dalam dunia bisnis bernegosiasi menjadi salah satu komponen penting dalam menggerakan roda kepentinggan bisnis itu sendiri. Kemampuan seseorang melakukan negosiasi sangat penting agar tujuan yang ditargetkan bisa tercapai. Dari pengertiannya negosiasi merupakan proses komunikasi yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima bersama. 

Bernegosiasi pun disebut sebagai keterampilan penting. Bagi pelaku usaha, kemampuan bernegosiasi dapat membantu membangun kerja sama yang lebih baik dengan klien, pemasok, investor, maupun tim internal.

Berikut ulasan singkat dilansir dari laman Pegadaian tentang pengertian negosiasi, tujuan, karakteristik hingga jenis negosiasi.

 

Pengertian Negosiasi

Negosiasi merupakan proses komunikasi antara dua pihak atau lebih yang memiliki kepentingan berbeda untuk menemukan titik temu.

Bukan sekadar memenangkan perdebatan, melainkan menghasilkan kesepakatan yang memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat. Keberhasilan negosiasi biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor penting, antara lain:

  1. Kemampuan komunikasi yang efektif.
  2. Tingkat kepercayaan dan transparansi sejak awal.
  3. Tujuan yang realistis dan terukur.
  4. Pemahaman terhadap kebutuhan pihak lain.
  5. Kemampuan beradaptasi selama proses berlangsung.


Selain 5 faktor tersebut, sikap empati dan kemampuan mendengarkan juga berperan besar dalam menciptakan suasana diskusi yang kondusif.

Tujuan Negosiasi

1. Saling Menguntungkan Berbagai Pihak

Tujuan utama negosiasi adalah menciptakan solusi yang memberikan manfaat bagi semua pihak. Kondisi ini sering disebut sebagai win-win solution, yaitu ketika setiap pihak memperoleh hasil yang sesuai dengan kepentingannya.

Dengan pendekatan yang tepat, hubungan kerja sama dapat terjalin lebih kuat dan berkelanjutan.

2. Mencapai Kesepakatan Bersama

Kesepakatan bersama menjadi tujuan penting dalam setiap proses negosiasi. Untuk mencapainya, semua pihak perlu menyampaikan kebutuhan, harapan, dan batasan masing-masing secara terbuka.

Ketika komunikasi berlangsung jujur dan transparan, peluang terciptanya keputusan yang dapat diterima oleh semua pihak akan semakin besar.

3. Mengurangi Konflik dan Perbedaan

Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam bisnis. Oleh karena itu, negosiasi berfungsi sebagai sarana untuk mengurangi konflik dan mencari jalan tengah yang dapat diterima bersama.

Dengan memahami sudut pandang pihak lain, proses penyelesaian masalah dapat berjalan lebih efektif tanpa merusak hubungan profesional yang sudah terjalin.

 

Karakteristik Negosiasi

  • Tidak semua bentuk komunikasi dapat disebut sebagai negosiasi. Beberapa karakteristik berikut umumnya muncul dalam proses bernegosiasi:
  • Melibatkan minimal dua pihak yang memiliki kepentingan tertentu.
  • Adanya potensi konflik atau perbedaan kepentingan.
  • Komunikasi dilakukan secara dua arah dan terbuka.
  • Terdapat proses tawar-menawar untuk mencapai kesepakatan.
  • Topik yang dibahas biasanya berkaitan dengan kondisi di masa depan.
  • Keputusan diambil berdasarkan data dan pertimbangan yang rasional.
  • Hubungan antarpihak tetap terjaga dengan baik.
  • Semua pihak memahami dan menyetujui hasil kesepakatan.

 

Jenis-Jenis Negosiasi

1. Negosiasi Berdasarkan Jumlah Pihak yang Terlibat

Jenis pertama negosiasi dibedakan dari berdasarkan jumlah pihak yang ikut dalam proses negosiasi, yaitu:

Negosiasi Tanpa Pihak Penengah: Negosiasi yang dilakukan langsung oleh dua pihak tanpa bantuan pihak lain.

Negosiasi Pihak Penengah: Negosiasi yang melibatkan pihak ketiga yang netral untuk membantu mencapai kesepakatan.

 

2. Negosiasi Berdasarkan Situasi

Lalu, berdasarkan situasinya, negosiasi juga bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut:

Negosiasi Nonformal: Negosiasi yang dapat dilakukan secara fleksibel tanpa prosedur hukum tertentu.

Negosiasi Formal: Negosiasi yang dilakukan melalui prosedur resmi dan memiliki kekuatan hukum.

 

3. Negosiasi Berdasarkan Untung dan Rugi

Terakhir, berdasarkan hasil yang diperoleh, negosiasi juga dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:

Negosiasi Kolaborasi: Seluruh pihak aktif menyampaikan pendapat demi mendapatkan solusi terbaik.

Negosiasi Dominasi: Hasil keputusan lebih menguntungkan salah satu pihak.

Negosiasi Akomodasi: Semua pihak memperoleh keuntungan dalam jumlah terbatas.

Negosiasi Lose-Lose: Dilakukan untuk menghentikan konflik meskipun tidak ada pihak yang memperoleh keuntungan maksimal.


Tahap Pelaksanaan Negosiasi

1. Perencanaan dan Persiapan

Tahap pertama adalah mengumpulkan informasi dan data yang relevan. Persiapan yang matang akan membantu memperkuat posisi saat menyampaikan argumen selama negosiasi berlangsung.

2. Penentuan Aturan

Pada tahap ini, semua pihak menentukan ruang lingkup pembahasan dan aturan dasar yang akan digunakan selama proses negosiasi.

3. Pemaparan Tujuan

Setiap pihak menyampaikan kebutuhan, harapan, dan tujuan yang ingin dicapai. Penjelasan yang jelas akan membantu mengurangi kesalahpahaman selama proses berlangsung.

4. Tawar Menawar

Tahap ini merupakan inti dari negosiasi. Semua pihak akan berdiskusi untuk mencari solusi yang dianggap adil dan saling menguntungkan.

5. Penerapan Keputusan

Setelah kesepakatan tercapai, hasil negosiasi perlu dituangkan secara tertulis dan disetujui oleh seluruh pihak agar jelas serta pasti dalam pelaksanaannya.

 

Strategi Negosiasi

1. The Trade-off

Strategi ini dilakukan dengan memberikan sesuatu yang bernilai sebagai imbalan atas konsesi yang diberikan oleh pihak lain. Tujuannya adalah menciptakan keuntungan bersama.

2. The Silence

Dalam strategi ini, seseorang sengaja diam untuk memberikan tekanan psikologis. Keheningan sering kali membuat lawan bicara terdorong untuk memberikan informasi tambahan atau penawaran baru.

3. The Wince

Strategi ini dilakukan dengan menunjukkan ekspresi kurang puas terhadap suatu penawaran. Reaksi tersebut dapat menjadi sinyal bahwa masih ada ruang untuk melakukan negosiasi lebih lanjut.

4. Walking Out

Salah satu pihak berpura-pura meninggalkan meja negosiasi untuk menunjukkan bahwa penawaran yang diterima belum memenuhi harapan.

5. Outrageous Behavior

Strategi ini menggunakan sikap yang sangat keras atau ekstrem untuk memengaruhi arah negosiasi. Namun, penggunaannya perlu dilakukan dengan hati-hati karena berisiko merusak hubungan bisnis.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: