Intel Umumkan Kenaikan Harga, Prosesor Xeon dan Ultra Melambung

Oleh: Kiswondari
Selasa, 07 Juli 2026 | 14:01 WIB
Prosesor Intel Xeon yang harganya ikut melambung. (BeritaNasional/Intel)
Prosesor Intel Xeon yang harganya ikut melambung. (BeritaNasional/Intel)

BeritaNasional.com - Perusahaan teknologi prosesor komputer, Intel mengumumkan kenaikan harga pada sejumlah produk CPU konsumen dan servernya. Kebijakan ini terpaksa diambil karena meningkatnya biaya rantai pasokan dan perubahan kondisi pasar yang tidak mampu dihindari, khususnya pada produk prosesor kelas atas.

Melansir Gizmochina pada Selasa (7/7/2026), hal ini diumumkan Intel pada Senin (6/7/2026) kemarin. Intel menjelaskan bahwa mereka telah memantau dengan cermat biaya dan permintaan. Intel pun memastikan bahwa kenaikan ini hanya berlaku pada sebagian besar produk yang difokuskan pada model kelas atas.

Untuk server, Intel menyebut bahwa prosesor Xeon tertentu naik 7-12 persen, dengan beberapa SKU premium mengalami kenaikan ratusan atau bahkan ribuan dolar. Namun, harga chip server kelas bawah sebagian besar tetap sama.

Bagi pengguna desktop biasa, dampak kenaikan Intel ini akan jauh lebih kecil. Beberapa model Core Ultra 200-series “Plus” (seperti Core Ultra 7 270K Plus dan Core Ultra 5 250K Plus) mengalami kenaikan harga 30–50 dolar AS.

Padahal, prosesor berbasis Arrow Lake ini awalnya dimaksudkan sebagai pilihan yang bernilai solid, tetapi kendala pasokan dan kenaikan biaya komponen memaksa penyesuaian harga. Namun, sebagian besar chip Arrow Lake lainnya dan jajaran produk Intel lainnya tetap tidak berubah untuk saat ini.

Kenaikan harga ini terjadi di saat harga memori DRAM dan NAND Flash juga terus meningkat, yang mendorong biaya secara keseluruhan. Sementara itu, ada dorongan baru untuk platform DDR4 yang lebih lama karena harganya yang lebih terjangkau, sementara standar memori yang lebih baru menghadapi kekurangan pasokan.

Intel juga dilaporkan meningkatkan produksi prosesor Core generasi ke-10 hingga ke-14, sebagai akibat dari lonjakan permintaan yang tak terduga untuk perangkat keras yang terjangkau dan kompatibel dengan DDR4.

Intel juga tampaknya tengah berhati-hati setelah mengalami beberapa kendala di masa lalu, mereka mencoba melindungi keuntungan tanpa kehilangan pangsa pasar dari AMD dan pesaing lainnya. Yang pasti, kenaikan harga akan paling berdampak pada para penggemar dan pembeli pusat data, tetapi hal ini mencerminkan tekanan nyata dari masalah bahan baku, manufaktur, dan rantai pasokan global.

Lebih dari itu, Intel yang bersikap terbuka tentang kenaikan harga ini patut disambut positif. Mengingat pasar PC masih bergulat dengan tekanan biaya saat ini, namun setidaknya masyarakat memiliki gambaran yang lebih jelas tentang apa yang sedang terjadi di pasar gadget saat ini.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: