Gara-gara AI, Saham Korea Selatan Anjlok hingga 9,99 Persen
BeritaNasional.com - Artificial Intelligent (AI) atau kecerdasan buatan mengubah tatanan dunia di berbagai sektor, tak terkecuali pada sektor bisnis. Pada Selasa (23/6/2026), saham-saham Korea Selatan mengalami penurunan paling tajam selama lebih dari tiga bulan, akibat kekhawatiran bahwa reli yang didorong oleh AI telah mendorong valuasi semikonduktor ke tingkat yang tidak berkelanjutan, dan memicu aksi jual di seluruh pasar.
Berdasarkan laporan Russian Today (RT) pada Selasa, Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) tercatat anjlok 9,99 persen, dan kehilangan 910,71 poin, lalu ditutup pada 8.203,84.
Bursa Efek Korea (KRX) juga sempat mengaktifkan mekanisme penghentian perdagangan (circuit breaker) di seluruh pasar sekitar pukul 14.33 setelah KOSPI turun lebih dari 8 persen dari penutupan sesi sebelumnya. Perdagangan di semua saham dihentikan selama 20 menit, menandai penghentian keempat kalinya tahun ini dan yang kesepuluh dalam sejarah.
Penurunan ini terjadi hanya sehari setelah indeks ditutup pada rekor tertinggi 9.114,55. Samsung Electronics dan SK Hynix sama-sama turun lebih dari 12 persen, yang menjadikan dua raksasa memori terkait AI Korea Selatan itu sebagai beban utama bagi pasar.
Samsung dan SK Hynix secara bersama-sama menyumbang sekitar 53 persen dari total nilai pasar KOSPI, sehingga indeks tersebut sangat rentan terhadap perubahan sentimen di sektor semikonduktor.
“Aksi jual ini nampaknya didorong oleh aksi ambil untung setelah reli tajam baru-baru ini, karena pasar semakin jenuh beli,” kata Ha SeokKeun, kepala investasi di Eugene Asset Management di Seoul, seperti dikutip oleh Bloomberg.
Penurunan tajam itu terjadi setelah peringatan eksplisit dari Bursa Efek Korea dan regulator lokal tentang valuasi teknologi yang terlalu tinggi. Otoritas setempat pun tengah mempertimbangkan langkah-langkah untuk mengekang perdagangan spekulatif yang terkait dengan Samsung Electronics dan SK Hynix.
Tekanan pun semakin meningkat setelah SK Hynix sempat menyalip Samsung sebagai perusahaan publik paling berharga di Korea Selatan pada Senin (22/6/2026). Kapitalisasi pasar SK Hynix mencapai 2,080 kuadriliun won (sekitar 1,5 triliun dolar AS), sedikit di atas Samsung dengan jumlah 2,067 kuadriliun won, yang didorong oleh permintaan chip memori AI.
Menurut MarketWatch, penurunan tajam ini juga terjadi usai melemahnya saham teknologi AS. Aksi jual saham teknologi yang lebih luas menyebar ke pasar Asia, dengan investor yang makin mempertanyakan apakah valuasi yang terkait dengan AI telah melambung terlalu jauh dan terlalu cepat.
Gejolak pasar ini juga terjadi lantaran investor semakin mempertanyakan apakah ledakan AI menciptakan gelembung keuangan. OpenAI, Oracle, dan SoftBank juga telah menginvestasikan ratusan miliar dolar untuk proyek infrastruktur AI baru, sementara produsen chip dan penyedia layanan cloud terus mengucurkan uang ke sektor ini meskipun hanya ada bukti yang terbatas bahwa keuntungan akan sebanding dengan pengeluaran.
Sementara itu, beberapa analis juga berpendapat bahwa investasi AI telah terkonsentrasi dalam jaringan perusahaan yang saling berkaitan erat, yang valuasinya lebih bergantung pada ekspektasi dan arus masuk modal daripada pada profitabilitas yang terbukti.
Sumber: Russian Today
EKBIS | 23 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 14 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






