Penutupan Selat Hormuz Akibatkan 1.200 Kapal Kargo Terdampar

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 24 Juni 2026 | 13:55 WIB
Ilustrasi selat Hormuz. (Foto/Gemini AI).
Ilustrasi selat Hormuz. (Foto/Gemini AI).

BeritaNasional.com - Krisis geopolitik di Selat Hormuz memicu kelumpuhan total pada jalur perdagangan laut global. Berdasarkan laporan terbaru dari Allianz pada Rabu (24/6/2026), penutupan jalur krusial tersebut sempat menyebabkan lebih dari 1.200 kapal kargo terdampar di lautan lepas.

Ribuan kapal yang tertahan tersebut mengangkut komoditas berharga dengan nilai total mencapai USD125 miliar.

Kepala Penjaminan Asuransi Maritim di Allianz Justus Heinrich mengungkapkan penutupan jalur ini menjadi pukulan telak sehingga mengubah peta risiko bagi industri asuransi perkapalan di titik-titik rawan dunia.

"Kami selalu membicarakan skenario bencana yang realistis, dan sekarang kami memiliki skenario bencana nyata seperti ini," ujar Heinrich yang dikutip dari Xinhua News pada Rabu.

Setelah sempat mencekam, urat nadi pengiriman barang global kini perlahan mulai berdenyut kembali. 

Sinyal positif ini muncul menyusul pengumuman kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk membuka kembali blokade di Selat Hormuz.

Data dari Lloyd's List Intelligence mencatat pergerakan yang signifikan. Pada pekan yang berakhir 21 Juni 2026, 69 kapal dilaporkan telah berhasil berlayar keluar dari kawasan Teluk. 

Angka ini melonjak tajam dibanding pekan sebelumnya yang hanya mencatat 24 kapal. Lonjakan ini sekaligus menjadi volume pengiriman mingguan tertinggi sejak konflik bersenjata antara AS dan Iran pecah pada Februari 2026.

Meski situasi mulai kondusif, ketegangan selama berbulan-bulan tersebut telah meninggalkan luka mendalam bagi dunia maritim, baik dari segi materi maupun korban jiwa, serta memicu krisis awak kapal yang berkepanjangan.

Berdasarkan data resmi dari Organisasi Maritim Internasional (IMO), konflik AS-Iran ini telah merenggut nyawa 14 pelaut. 

Selain itu, serangan rudal yang masif di kawasan tersebut setidaknya telah menghantam lebih dari 40 kapal. Mayoritas armada yang menjadi sasaran merupakan kapal tanker pengangkut minyak mentah.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: