Tegaskan Hukum Internasional, AS Sebut Tidak Boleh Ada Negara Pungut Biaya di Selat Hormuz

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 24 Juni 2026 | 10:04 WIB
Ilustrasi militer AS memantau kapal tanker di Selat Hormuz. (Foto/X Centcom)
Ilustrasi militer AS memantau kapal tanker di Selat Hormuz. (Foto/X Centcom)

BeritaNasional.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan tidak ada satu pun negara yang berhak menarik biaya atau bea masuk terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. 

Pernyataan keras ini disampaikan Rubio di sela-sela kunjungannya ke negara-negara sekutu di kawasan Teluk.

Langkah diplomatik AS ini dilakukan menyusul adanya perkembangan positif dalam pembicaraan bilateral antara AS dan Iran beberapa waktu lalu. 

‘’Selat Hormuz adalah jalur perairan internasional. Berdasarkan hukum internasional yang berlaku, tidak ada negara yang diizinkan untuk memungut tol atau biaya apa pun di wilayah tersebut," ujar Rubio yang dikutip dari Xinhua News pada Rabu (24/6/2026).

Perkuat Konsolidasi di Kawasan Teluk

Sesuai agenda, Rubio dijadwalkan melakukan pertemuan dengan jajaran pemimpin Uni Emirat Arab (UEA) untuk melanjutkan perjalanan diplomatiknya ke Kuwait dan Bahrain. Di Bahrain, Menlu AS tersebut juga akan menghadiri pertemuan penting bersama Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Kunjungan ini dinilai krusial mengingat beberapa negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS sempat menjadi sasaran serangan balasan dari Iran.

Ketegangan tersebut dipicu oleh serangan bersama yang diluncurkan AS dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu, di mana UEA menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah.

Diplomasi Intensif Pascakesepakatan AS-Iran

Di sisi lain, dinamika politik Timur Tengah bergerak cepat setelah Iran dan Amerika Serikat menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri permusuhan di semua lini, termasuk meredam konflik di Lebanon. 

Kesepakatan tersebut membuka jalan bagi dialog tingkat tinggi yang telah dimulai di Burgenstock, Swiss.

Merespons perkembangan positif ini, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri UEA, Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, langsung menggelar pembicaraan via telepon dengan Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty.

Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan bahwa kedua pemimpin tersebut sepakat mengenai pentingnya meningkatkan koordinasi demi menghadapi tantangan regional, sekaligus menjaga momentum demi tercapainya perdamaian, stabilitas, dan pembangunan di kawasan.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: