Usai Pertemuan dengan AS di Swiss, Iran Tetap Pastikan Kedaulatan Lebanon
BeritaNasional.com - Iran memastikan akan tetap mengamankan integritas dan kedaulatan teritorial Lebanon yang terus digempur Israel, usai kembali dari pembicaraan tingkat tinggi dengan Amerika Serikat (AS) di Swiss.
Hal ini disampaikan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dalam Iran State TV pada Senin (22/6/2026). Ia mengatakan bahwa pertempuran telah berhenti untuk sementara waktu, tetapi Teheran akan terus menekan hingga tercapai penyelesaian akhir atas Lebanon.
"Anda melihat bahwa api sekarang telah padam, sebagian besar orang telah pergi. Dengan keputusan yang dibuat di sana, kami yakin bahwa kami akan melanjutkan masalah ini dengan otoritas dan bahwa integritas teritorial Lebanon dan kedaulatan nasional Lebanon atas seluruh wilayahnya, kami akan mencapai kesimpulan dalam diskusi ini, dan sampai kesimpulan akhir tercapai, kami tidak akan meninggalkannya," kata Ghalibaf yang dilansir dari Viory, Selasa (23/6/2026).
Ghalibaf kemudian menggambarkan diplomasi sebagai kelanjutan dari perjuangan politik ketika aksi militer tidak dapat memberikan hasil yang bertahan lama, seraya menambahkan bahwa pencapaian di medan perang perlu diamankan melalui pengaturan hukum dan politik agar dapat bertahan lama.
Pernyataan ini disampaikan Ghalibaf usai pembicaraan tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat yang digelar Minggu (21/6/2026) di Swiss Resort Burgenstock, yang membahas implementasi Nota Kesepahaman Islamabad, dengan Pakistan dan Qatar berpartisipasi sebagai mediator.
Sementara itu, pada sebuah konferensi pers di Swiss pada hari Senin (22/6/2026), Wakil Presiden AS J.D. Vance mengatakan bahwa diskusi dengan Iran mencakup 'sedikit ancaman dan sedikit keluhan', namun pembicaraan berlanjut dan menghasilkan 'kemajuan besar'.
Senada, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menggambarkan negosiasi tersebut telah membuat 'kemajuan signifikan' menuju pengakhiran konflik di Lebanon.
Sementara itu, Qatar dan Pakistan mengumumkan bahwa kedua pihak telah sepakat untuk membentuk komite tingkat tinggi dan mengembangkan peta jalan yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari.
AS dan Iran juga bersepakat untuk membuat saluran komunikasi yang dimaksudkan untuk mengurangi risiko insiden di Selat Hormuz dan membantu melindungi pelayaran komersial melalui salah satu koridor energi paling penting di dunia.
Sumber: Viory
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







