Taremi Semprot FIFA, Iran Dipaksa Tinggalkan Los Angeles Usai Laga Kontra Selandia Baru
BeritaNasional.com - Kapten Iran Mehdi Taremi melontarkan kritik keras kepada FIFA serta mengisyaratkan ketidakpuasan terhadap pemerintah Amerika Serikat usai tim mereka diminta segera meninggalkan Los Angeles setelah bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada laga Piala Dunia, Senin (15/6/2026) waktu setempat.
Kekecewaan kubu Iran terutama tertuju pada persoalan logistik dan pengaturan perjalanan yang mereka anggap mengganggu persiapan serta proses pemulihan tim selama turnamen berlangsung.
“Semuanya seperti bencana bagi kami,” kata Taremi dilansir dari The Guardian, Rabu (17/6/2026)
Senada, Pelatih Iran Amir Ghalenoei menilai perlakuan yang diterima Iran selama turnamen membuat timnya menjadi salah satu peserta yang paling dirugikan.
“Setelah pertandingan hari ini mereka berkata kepada kami, 'Kalian harus segera pergi. Padahal hari ini sangat penting bagi kami untuk melakukan pemulihan," jelasnya.
“Kami diminta untuk naik pesawat dan kembali ke kamp kami di Tijuana dan kami sangat terganggu oleh hal itu. Mereka memaksa kami untuk kembali lebih awal. Mereka membuat situasi semakin sulit, semakin banyak rintangan, tetapi kami tidak akan membiarkan hal itu menghentikan kami untuk melakukan yang terbaik.”
“Sejujurnya, kami tidak tahu mengapa mereka memulangkan kami. Saya rasa ini sangat aneh. Sepertinya orang lain yang merencanakan semuanya untuk kami… Kami seharusnya tiba dua malam sebelum pertandingan, tetapi mereka tidak mengizinkannya. Kami seharusnya menginap di sini malam ini untuk beristirahat dan kembali besok siang.”
“Saya rasa tim kami adalah tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia. Federasi kami tidak hadir, media kami tidak hadir, manajemen kami juga tidak hadir.”
Di tengah situasi tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino mendatangi ruang ganti tim Iran usai pertandingan. Sebuah video pesan yang disampaikan kepada skuad kemudian beredar secara daring, memperlihatkan Infantino dan Ghalenoei saling berbicara melalui penerjemah.
“Kalian telah menunjukkan kepada keluarga, teman, rakyat, dan dunia bahwa kalian berada di Piala Dunia, bahwa kalian mampu berprestasi, dan masih ada dua pertandingan lagi yang harus dimainkan,” kata Infantino. “Dalam dua pertandingan ini, kalian akan kembali membuat semua orang di dunia bangga dengan apa yang kalian lakukan. Terima kasih telah berada di sini.”
“Ini juga merupakan emosi yang sangat, sangat besar. Saya tahu apa yang Anda alami, saya mengerti, tetapi Anda lebih kuat dari segalanya. Anda mengirimkan pesan yang kuat ke seluruh dunia. Seperti malam ini, Anda menyatukan seluruh stadion di sini, Anda menyatukan seluruh stadion di belakang Anda, di belakang Tim Melli. Anda mengirimkan pesan yang sangat kuat ke dunia.”
“Izinkan saya mengatakan satu hal lagi: ini baru permulaan Piala Dunia. Kalian sedang menulis sejarah, seluruh dunia menyaksikan kalian. Teruslah bermain dengan sepenuh hati, untuk rakyat kalian, keluarga kalian, untuk para penggemar kalian, dan untuk semua orang di dunia yang jatuh cinta pada Tim Melli. Kalian lebih kuat dari segalanya.”
Taremi juga menyoroti persoalan logistik yang memaksa Iran meninggalkan basis pelatihan yang sebelumnya direncanakan di Tucson, Arizona. Tim kemudian memindahkan lokasi latihan ke Tijuana, Meksiko, sebelum terbang ke Amerika Serikat menjelang pertandingan.
Keputusan tersebut diambil untuk menghindari potensi masalah imigrasi, yang pada akhirnya memang terjadi. Sebanyak 15 staf pendukung Iran awalnya ditolak visanya untuk memasuki Amerika Serikat, lokasi seluruh pertandingan fase grup Iran digelar. Jumlah tersebut kemudian berkurang menjadi 11 setelah sebagian visa disetujui.
Akibatnya, Iran tiba di Los Angeles tanpa petugas media, sejumlah analis tim, dan presiden federasi Mehdi Taj. Situasi tersebut bahkan membuat salah satu analis tim harus merangkap tugas sebagai asisten media saat Taremi dan Mohebi menghadiri sesi wawancara usai pertandingan.
Sumber: The Guardian
EKBIS | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu





