Nota Kesepakatan Damai dengan AS Rampung, Iran Bersiap untuk Semua Skenario

Oleh: Kiswondari
Selasa, 16 Juni 2026 | 12:13 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto/istimewa)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Terkait dengan rampungnya nota kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, memorandum itu merupakan bentuk tekad Amerika dalam menghormati hak-hak Iran dan langkah untuk mengakhiri perang, meskipun hal itu perlu diuji dalam praktiknya nanti. Dan Iran pun siap menghadapi semua skenario.

 

"Setelah diskusi intensif, hampir semua anggota Majlis menyetujui teks nota kesepahaman sehingga tekad Amerika yang sesungguhnya untuk menghormati hak-hak bangsa Iran dapat diuji dalam praktik. Bimbingan Pemimpin Tertinggi yang memainkan peran terbesar dalam memasukkan klausul untuk melindungi kepentingan nasional Iran, dan kami berterima kasih kepadanya atas hal itu," tulis Pezeshkian dalam akun X-nya @drpezeshkian, yang dilansir Selasa (16/6/2026). 

Pezeshkian menyampaikan, nota kesepahaman antara AS-Iran yang telah dirancang itu adalah hasil dari dialog selama berbulan-bulan dan tindak lanjut yang terus-menerus dilakukan. Jika semua ketentuannya diimplementasikan dengan benar, kesepakatan damai ini dapat dianggap sebagai dokumen kebanggaan bagi Iran.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang berkontribusi dalam kesepakatan damai ini. 

"Saya merasa perlu untuk berterima kasih kepada saudara-saudara saya, Bapak Dr. Qalibaf, Araghchi, anggota Dewan Syura, dan semua pihak yang berperan dalam proses ini," tulis Pezeshkian. 

Menurut Pezeshkian, apa yang telah disepakati merupakan langkah penting menuju penghentian perang dan dimulainya negosiasi, dan perlu diingat bahwa kesepakatan akhir masih belum terwujud. Untuk itu, Iran pun terus bersiap untuk semua skenario demi rakyat Iran, baik itu dengan atau tanpa kesepakatan tersebut. 

"Republik Islam Iran telah mempersiapkan diri untuk semua opsi, dan fokus pemerintah—dengan atau tanpa kesepakatan—adalah pelayanan yang tulus kepada rakyat. Bangsa Iran telah belajar dari Imam mereka yang gugur sebagai syahid untuk tidak tunduk pada penghinaan," tandas Pesezhkian. 

 

Sebelumnya, pada Senin malam (15/6/2026), Iran dan AS telah mengonfirmasi penyelesaian memorandum yang rencananya akan ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6/2026). Mneurut Iran, memorandum tersebut mempertimbangkan penghentian aksi militer di semua lini, termasuk di Lebanon.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump juga telah mengonfirmasi bahwa memorandum dengan Iran secara de facto telah ditandatangani. Setelah memorandum ini rampung, para pihak akan memulai negosiasi kesepakatan akhir yang akan menyelesaikan isu nuklir Iran dan sanksi AS terhadap Teheran.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: