Trump Setujui Pencairan Aset Iran yang Dibekukan Senilai 24 Miliar Dolar AS

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33 WIB
Ilustrasi kesepakatan damai antara Amerika Serikat-Iran. (Foto/Gemini AI)
Ilustrasi kesepakatan damai antara Amerika Serikat-Iran. (Foto/Gemini AI)

BeritaNasional.com - Di tengah perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran, seorang pejabat senior Iran menyebut bahwa Presiden AS Donald Trump telah menyetujui pencairan aset Iran senilai 24 miliar dolar AS yang selama ini dibekukan, meskipun hal ini belum dikonfirmasi secara terbuka. 

Hal ini disampaikan penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, Mohsen Rezaei, dalam sebuah upacara peringatan di Kota Dezful, Iran barat daya, yang dilansir dari kantor berita Fars News Agency pada Jumat (12/6/2026).

Menurut Rezaei, konflik yang dialami Iran baru-baru ini telah meningkatkan posisi negara itu di tingkat global dan memperkuat kemampuan pencegahan nuklirnya. Ia pun mengklaim kemampuan tersebut telah berkembang hingga membuat Trump, yang ia sebut sebagai “penjudi”, kini khawatir untuk bernegosiasi dengan Teheran.

Tak hanya itu, ia pun menuduh kebijakan Amerika Serikat semakin dipengaruhi oleh Israel. Menurutnya, lobi yang dilakukan dalam lingkaran pengambilan keputusan AS telah membuat negara itu pada praktiknya menjadi “koloni” dari rezim Zionis.

Pernyataan Rezaei ini muncul setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa nota kesepahaman yang diusulkan dengan AS akan mengakhiri konflik di seluruh front, termasuk di Lebanon, serta membuka jalan bagi perundingan mengenai pencabutan sanksi terhadap Iran.

Di sisi lain, pada hari yang sama, seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan  bahwa Washington berharap dapat menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran dalam beberapa hari ke depan.

Pejabat itu menambahkan, kesepakatan yang tengah dirundingkan kedua negara juga diharapkan mengarah pada pembongkaran program nuklir Iran.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: