Trump dan Netanyahu Bahas MoU Perjanjian Damai AS dan Iran, Begini Isinya

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 12 Juni 2026 | 21:01 WIB
Presiden AS Donald Trump (kiri) berfoto bersama PM Israel Benyamin Netanyahu. (Foto/Dok White House)
Presiden AS Donald Trump (kiri) berfoto bersama PM Israel Benyamin Netanyahu. (Foto/Dok White House)

BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat (AS) bersama dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tengah membahas nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai antara AS dan Iran sebelum proses negosiasi. Kabar ini disampaikan kantor PM Israel pada Kamis (11/6/2026). 

Menurut pernyataan itu, Trump mengklaim bahwa poin-poin akhir dari perjanjian perdamaian tersebut telah disepakati oleh semua pihak yang terlibat, termasuk Israel. Bahkan, kesepakatan tersebut dapat dirampungkan dalam beberapa hari ke depan.

"Presiden Trump berbicara malam ini dengan Perdana Menteri Netanyahu mengenai memorandum kesepahaman (MoU) yang sedang disusun dengan Iran untuk memulai negosiasi," tulis kantor PM Israel melalui akun X mereka @IsraeliPM, yang dilansir Jumat (12/6/2026).

Meskipun bukan bagian dari MoU tersebut, Netanyahu mengapresiasi komitmen Presiden Trump bahwa perjanjian final ini akan berujung pada kesimpulan negosiasi. Yang mana, berisi tentang penghapusan pengayaan uranium, pembongkaran infrastruktur pengayaan, pembatasan produksi rudal hingga penghentian dukungan Iran terhadap proksi teroris di kawasannya. 

"Perdana Menteri menyampaikan apresiasinya atas komitmen Presiden Trump bahwa perjanjian final ini berujung pada kesimpulan negosiasi yang akan mencakup penghapusan material yang diperkaya, pembongkaran infrastruktur pengayaan, pembatasan produksi rudal, dan penghentian dukungan Iran terhadap proksi terorisnya di kawasan tersebut," tulis kantor PM Israel.

Sementara itu, portal berita Axios melaporkan bahwa Trump telah mengumumkan soal kemajuan negosiasi dengan Iran dan kabar ini sempat membuat Netanyahu terkejut, karena ia tidak mendapatkan pemberitahuan atau peringatan sebelumnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: