Katy Perry Geram pada Gedung Putih: Pelanggaran Total!

Oleh: Kiswondari
Minggu, 26 Juli 2026 | 14:02 WIB
Penyanyi AS, Katy Perry. (BeritaNasional/IG Katy Perry)
Penyanyi AS, Katy Perry. (BeritaNasional/IG Katy Perry)

BeritaNasional.com - Gedung Putih kembali membuat geram penyanyi di Amerika Serikat (AS) atas unggahan terbaru mereka. Kini, penyanyi Katy Perry yang dibuat terkejut sekaligus marah atas penggunaan lagunya yang berjudul "Firework" dalam sebuah video yang menampilkan serangan militer tentara AS

Melansir The Hollywood Reporter pada Minggu (26/7/2026), berdasarkan video yang diunggah Gedung Putih di akun TikTok @WhiteHouse pada Kamis (23/7/2026) itu menggunakan lirik dari lagu hit Perry tahun 2010, dari album Teenage Dream. Mereka menuliskan “boom, boom, boom,” diiringi cuplikan bom yang meledak. Sementara keterangan video tersebut berbunyi “Iran telah diperingatkan”.

“Saya sangat terkejut dan marah melihat lagu 'Firework' digunakan di akun TikTok @WhiteHouse sebagai musik latar untuk rekaman video serangan militer. Saya tidak menyetujui ini, saya tidak dimintai pendapat, dan saya sama sekali tidak membenarkannya,” tulis Perry melalui akun X-nya pada Sabtu (25/7/2026).

Katy Perry menegaskan bahwa lagunya diperuntukkan sebagai lagu penyemangat dan penyembuhan bagi orang-orang yang sedang menghadapi masa-masa sulit, bukan untuk mengiringi kehancuran dan kekerasan. 

“Saya menulis lagu ini sebagai lagu penyemangat, penyembuhan, dan kekuatan batin bagi orang-orang yang sedang melewati momen-momen tergelap dalam hidup mereka. Melihat pesan tentang harga diri dan peningkatan semangat disalahgunakan untuk mengiringi kehancuran dan kekerasan adalah pelanggaran total terhadap semua yang diperjuangkan lagu saya,” tulis Perry.

“Musik saya bertujuan untuk menyatukan orang, bukan merayakan peperangan,” tegasnya. 

Perry mengaku sangat terkejut dan marah melihat lagu “Firework” digunakan di akun TikTok @WhiteHouse sebagai musik latar untuk rekaman video serangan militer. Perry menegaskan bahwa ia tidak menyetujui tindakan ini, dirinya tidak dimintai pendapat, dan tidak membenarkannya sama sekali.

Dengan demikian, Katy Perry bergabung dengan daftar artis yang telah mengecam penggunaan musik mereka oleh pemerintahan Trump dalam video politik seperti serangan militer dan penindakan hukum yang tidak adil. Mereka di antaranya, Ariana Grande, Sabrina Carpenter, Olivia Rodrigo, Celine Dion, Kenny Loggins, dan masih banyak lagi.

Awal tahun 2026, Kesha mengecam Gedung Putih yang menggunakan lagunya "Blow" di TikTok yang menampilkan jet tempur di langit dengan keterangan, "Lethality".

“Saya baru mengetahui bahwa Gedung Putih telah menggunakan salah satu lagu saya di TikTok untuk menghasut kekerasan dan mengancam perang,” tulis Kesha di Instagram dan X pada bulan Maret.

“Mencoba menganggap enteng perang adalah hal yang menjijikkan dan tidak manusiawi. Saya sama sekali TIDAK menyetujui musik saya digunakan untuk mempromosikan kekerasan dalam bentuk apa pun,” tegas Kesha. 

Sumber: The Hollywood Reportersinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: