Ariana Grande hingga Olivia Rodrigo Minta Pemerintahan Trump Tak Lagi Gunakan Lagu Mereka

Oleh: Kiswondari
Jumat, 12 Juni 2026 | 15:01 WIB
Gedung Putih AS.. (Foto/whitehouse.gov)
Gedung Putih AS.. (Foto/whitehouse.gov)

BeritaNasional.com - Setelah sederet musisi Amerika Serikat (AS), kini Ariana Grande juga ikut mengecam Gedung Putih dan menuntut pemerintahan Presiden Donald Trump untuk berhenti menggunakan musik mereka dalam unggahan resmi pemerintah, yang menunjukkan aksi biadab dan tidak manusiawi. 

Sebelumnya pada Selasa (9/6/2026), Gedung Putih mengunggah sebuah video di TikTok yang menunjukkan tindakan imigrasi dengan menampilkan berbagai klip petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) dan petugas dari lembaga lain yang menangkap orang. Dan lagu "Bye" Ariana Grande digunakan dalam video tersebut. 

"Selamat tinggal 👋 Presiden Trump telah mewujudkan perbatasan teraman dalam sejarah," tulis keterangan foto tersebut, yang dilansir dari PEOPLE pada Jumat (12/6/2026). 

Pada Kamis (11/6/2026), Grande menanggapi langsung di kolom komentar unggahan tersebut dan meminta agar pemerintah Amerika Serikat (AS) tak lagi menggunakan lagunya untuk tindakan tak manusiawi, biadab dan keji. 

"Tolong jangan pernah menggunakan musik saya terkait dengan omong kosong yang biadab, tidak manusiawi, dan keji ini. Persetan dengan Ice," tulisnya.

Beberapa waktu lalu, sejumlah musisi juga telah meminta pemerintah AS untuk berhenti menggunakan musik mereka sejak masa jabatan kedua Trump dimulai. Pada Desember 2025, Sabrina Carpenter menanggapi video yang dibagikan oleh pemerintahan Trump yang menampilkan penangkapan orang-orang oleh ICE dan menggunakan lagunya "Juno" dalam video itu.

"Pernahkah Anda mencoba yang ini? Selamat tinggal," tulis akun Gedung Putih di X kala itu.

"Video ini jahat dan menjijikkan," tulis Carpenter mengomentari langsung unggahan itu.

"Jangan pernah melibatkan saya atau musik saya untuk kepentingan agenda tidak manusiawi Anda," tegasnya.

Tak hanya itu, SZA juga pernah mengkritisi Gedung Putih pada Desember 2025, usai pemerintah menggunakan lagu parodi "Big Boys" miliknya dalam sebuah unggahan yang menampilkan agen ICE tengah menahan orang-orang, dengan keterangan, "KAMI DENGAR INI MUSIM PEMBORGOLAN. Kabar buruk bagi imigran ilegal kriminal. Kabar baik bagi Amerika."

"Gedung Putih memancing kemarahan para artis demi promosi gratis adalah PUNCAK KEGELAPAN," balas SZA di kolom komentar.

"..ketidakmanusiaan + taktik mengejutkan dan mengagumkan ..Jahat dan Membosankan," imbuhnya.

Musisi Kenny Loggins juga meminta Trump menghapus musiknya yang digunakan dalam sebuah video pada Oktober 2025 lalu. Saat itu, Trump mengunggah video hasil AI yang memperlihatkan dirinya menerbangkan jet sambil menumpahkan lumpur cokelat ke kerumunan demonstran sebagai tanggapan atas kembalinya protes anti-Trump di seluruh negeri. Video tersebut diiringi oleh lagu "Danger Zone" karya Kenny Loggins.

Kepada Vanity Fair, Loggins meminta agar musiknya "segera" dihapus dari video tersebut.

Penyanyi Olivia Rodrigo juga melakukan hal serupa pada November 2025 lalu, saat lagunya "All-American Bitch" digunakan Gedung Putih untuk video yang menampilkan agen ICE melakukan penangkapan. 

“Jangan pernah menggunakan lagu-lagu saya untuk mempromosikan propaganda rasis dan penuh kebencian Anda,” tulis Olivia Rodrigo dalam komentar yang kini telah dihapus.

Namun, dalam wawancara dengan Dazed pada 4 Juni lalu, Rodrigo mengatakan propaganda pemerintah dengan menggunakan lagunya itu sangat "mengganggu".

"Fakta bahwa lagu saya ada di sana membuat saya merasa semakin marah," kata Rodrigo.

"Apa yang mereka lakukan sangat mengerikan, biadab, dan kejam. Saya sangat sedih berada di negara yang menganggap hal itu baik-baik saja," tukasnya. sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: