Seleksi Taruna Akpol 2026 Terapkan Tes Komputer dan Soal Standar Olimpiade
BeritaNasional.com - Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 menghadirkan sejumlah pembaruan sebagai bagian dari transformasi rekrutmen Polri yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan organisasi di masa depan.
Pelaksanaan tahapan akhir seleksi tingkat panitia pusat yang dipimpin langsung Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menghadirkan sejumlah pembaruan, di antaranya penerapan tes komputer serta peningkatan kualitas soal akademik dengan standar setara olimpiade.
“Beberapa hal yang baru di rekrutmen anggota Polri, tes komputer,” ujar Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Pol Anwar dalam keterangannya, dikutip Minggu (26/7/2026).
Anwar menjelaskan bahwa kemampuan menguasai teknologi kini menjadi kompetensi dasar setiap calon anggota Polri, mulai dari jenjang tamtama, bintara, hingga taruna Akpol. Hal itu bertujuan memastikan para calon anggota Polri memiliki kemampuan dasar dalam mengoperasikan perangkat digital untuk menjawab tantangan tugas yang semakin modern.
“Dari mulai bintara, tamtama, perwira sama, mereka semua Gen Z ini harus mengenal teknologi. Jadi di rekrutmen tamtama, bintara, Akpol ada tes komputernya. Kalau mereka tidak ngerti komputer, teknologi, mengoperasikan komputer, gadget, mereka akan ketinggalan,” imbuhnya.
Selain kemampuan teknologi, Polri juga meningkatkan standar kualitas tes akademik. Tahun ini, materi ujian dirancang setara dengan standar olimpiade sehingga tidak lagi berorientasi pada hafalan, melainkan menguji kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah.
“Polisi itu tesnya ada empat. Terkait intelektualitas tesnya tes akademik, bahasa Inggris, pengetahuan umum, matematika dan sebagainya. Dan sekarang ini sudah standar olimpiade,” ungkap Anwar.
“Inilah yang paling kita senang, sudah bukan zamannya soal hafalan lagi atau textbook. Sehingga kualitas mereka itu saat melihat ada permasalahan, bisa menganalisis, memecahkan suatu permasalahan. Ini yang diperlukan Polri di masa depan,” tambahnya.
Hingga tahapan akhir seleksi tingkat panitia pusat, sebanyak 404 calon taruna dan taruni mengikuti proses seleksi, terdiri atas 365 calon taruna dan 39 calon taruni. Seluruh peserta sebelumnya telah melalui rangkaian seleksi ketat di tingkat panitia daerah dan panitia pusat, meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, kesamaptaan jasmani, hingga pemeriksaan penampilan (rikpil).
“Penerapan tes komputer dan peningkatan standar akademik ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk menghasilkan perwira muda yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta siap menghadapi dinamika tantangan tugas kepolisian di era digital,” tuturnya.
Pada tahapan rikpil tingkat pusat, para peserta dinilai secara langsung oleh enam pejabat utama Polri, yakni Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Kalemdiklat Polri Komjen Pol R.Z. Panca Putra, As SDM Kapolri Irjen Pol Dr. Anwar, Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim, Wairwasum Polri Irjen Pol Tomex Korniawan, serta Gubernur Akpol Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu






