Diduga Ada Main, 4 Laga Piala Dunia 2026 Dipantau Terkait Indikasi Pengaturan Skor

Oleh: Tarmizi Hamdi
Sabtu, 25 Juli 2026 | 02:04 WIB
Pertandingan Meksiko vs Afrika Selatan. (Foto/FIFA)
Pertandingan Meksiko vs Afrika Selatan. (Foto/FIFA)

BeritaNasional.com - Euforia keberhasilan Spanyol merengkuh trofi juara Piala Dunia 2026 kini dibayangi isu tak sedap. 

Lembaga pemantau independen internasional menemukan sejumlah indikasi penyimpangan yang mengarah pada dugaan pengaturan pertandingan (match-fixing) terkait aktivitas pasar taruhan.

Kekhawatiran tersebut diungkapkan oleh Copenhagen Group, kelompok independen di bawah Dewan Eropa yang bertugas memantau manipulasi kompetisi olahraga global. 

Berdasarkan instrumen hukum internasional Konvensi Macolin, lembaga ini setidaknya mengeluarkan tujuh peringatan mengenai potensi kejanggalan selama turnamen berlangsung.

Beberapa pertandingan dan momen krusial yang masuk dalam radar pengawasan ketat tim pemantau di antaranya:

  • Laga Pembuka Meksiko vs Afrika Selatan. Kartu merah yang diterima pemain Afrika Selatan, Themba Zwane, dinilai memicu aktivitas taruhan yang tidak biasa.
  • Fase Grup Spanyol vs Tanjung Verde. Hasil imbang kacamata 0-0 yang mengejutkan di laga perdana penyisihan grup.
  • Insiden VAR Spanyol vs Arab Saudi. Proses peninjauan Video Assistant Referee (VAR) yang membatalkan gol Ferran Torres secara janggal karena memakan waktu lebih dari tiga menit.
  • Pembatalan Kartu Merah Folarin Balogun. Keputusan FIFA yang memutihkan sanksi kartu merah striker Amerika Serikat tersebut menjelang laga babak 16 besar melawan Belgia.

Soroti Kejanggalan Kasus Balogun dan Pasar Kripto

Dilansir The Athletic pada Jumat (24/7/2026), Copenhagen Group menaruh perhatian khusus pada kasus penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun. 

Mereka dikabarkan telah melayangkan desakan kepada FIFA untuk memberikan penjelasan tertulis secara resmi.

Kecurigaan mencuat setelah platform prediksi berbasis mata uang kripto, Polymarket, kedapatan membuka bursa taruhan pada 2 Juli, hanya berselang satu hari setelah Balogun dikartu merah.

Tiga hari kemudian, tepatnya pada 5 Juli, FIFA secara kontroversial mengumumkan pencabutan skorsing sang pemain.

Di sisi lain, otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut langsung pasang badan. Satuan Tugas (Satgas) Integritas FIFA yang dibentuk khusus untuk mengawal jalannya turnamen dari praktik kecurangan menegaskan tidak menemukan adanya kejanggalan.

Dalam laporan resminya, badan pengawas internal FIFA tersebut menyatakan telah melakukan pemantauan secara langsung (live monitoring) terhadap seluruh 104 pertandingan yang digelar sepanjang Piala Dunia 2026. 

Hasilnya, pihak FIFA mengeklaim sama sekali tidak mendeteksi adanya aktivitas maupun pola taruhan yang mencurigakan di pasar judi bola internasional.

Sumber: The Athleticsinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: