Kecam Kericuhan di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente: Perilaku Argentina Tak Bisa Ditoleransi
BeritaNasional.com - Keberhasilan Spanyol merengkuh gelar juara Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Argentina 1-0 di New York, Amerika Serikat (AS), ternoda oleh insiden memalukan.
Di luar pesta euforia, timnas berjuluk La Roja ini meraih trofi emas kedua. Jagat maya justru digegerkan oleh keributan antarpemain kedua tim sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.
Menanggapi kontroversi tersebut, Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente akhirnya angkat bicara.
Juru taktik berusia 65 tahun itu mengecam keras reaksi emosional para pemain Argentina dan menegaskan bahwa tindakan anarkisme seperti itu sangat tidak layak di dunia sepak bola.
De la Fuente mengaku awalnya tidak mengetahui adanya keributan di lapangan lantaran tengah larut dalam kegembiraan bersama staf dan pemain lainnya.
“Saat kejadian itu terjadi, saya tidak menyadarinya. Saya mungkin sedang merayakan. Kejadiannya sangat cepat. Saya tidak melihatnya karena saya sedang berpelukan dan merayakan di tempat lain,” ungkap De la Fuente dalam wawancaranya bersama TVE yang dikutip dari Marca pada Jumat (24/7/2026).
Namun, setelah melihat tayangan ulang rekaman pertandingan, pelatih yang sukses membawa Spanyol mengulangi kejayaan tahun 2010 itu tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
“Bagaimanapun juga, ini adalah sesuatu yang tidak dapat ditoleransi, tidak dapat diterima. Ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.
Pemukulan Dani Olmo hingga Investigasi FIFA
Ketegangan di Stadion MetLife tersebut meluap begitu wasit Slavko Vinčić meniup peluit akhir. Spanyol mengunci kemenangan dramatis 1-0 di babak perpanjangan waktu setelah bermain imbang tanpa gol selama 90 menit.
Di saat penggawa Spanyol bersorak, friksi justru pecah di sudut lain lapangan hingga berujung aksi saling dorong dan adu fisik.
Berdasarkan video amatir yang beredar di media sosial yang tidak tertangkap kamera siaran resmi, konflik bermula dari adu mulut antara bek Argentina Nahuel Molina dan gelandang Spanyol Rodri.
Situasi kian memanas setelah staf kepelatihan kedua tim ikut campur. Bahkan, asisten Lionel Scaloni Roberto “Ratón” Ayala, tertangkap kamera sempat berkonfrontasi dengan Dani Olmo sebelum akhirnya melayangkan pukulan ke wajah penyerang Spanyol tersebut.
Akibat insiden memalukan ini, FIFA dilaporkan resmi membuka investigasi mendalam untuk meninjau laporan resmi pertandingan dan bersiap menjatuhkan sanksi berat bagi pihak-pihak yang terlibat.
Puji Ketenangan Skuad La Roja
Lebih lanjut, De la Fuente mengingatkan status megabintang para pemain seharus dibarengi dengan sikap saling menghormati sekalipun dalam tekanan tensi pertandingan yang tinggi.
“Para pemain sekaliber itu, yang telah berkali-kali saya puji, dan yang memiliki pelatih hebat, yang pastinya sama menderitanya dengan kami ketika melihat reaksi-reaksi tersebut. Itu tidak dapat diterima,” tambah manajer asal Spanyol itu.
Di sisi lain, ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada skuad La Roja yang dinilai mampu menahan diri dan tidak terpancing untuk membalas tindakan kekerasan.
“Saya ingin menyoroti perilaku kami dalam menghadapi agresi dan provokasi semacam itu. Para pemain kami selalu menjaga ketenangan sebagai olahragawan sejati,” ujarnya.
De la Fuente mengaku belum memercayai sepenuhnya bahwa dirinya berhasil membawa Spanyol kembali merajai dunia setelah menempuh turnamen yang sangat berat dengan jadwal dan jarak perjalanan antarkota yang menguras fisik di Amerika Utara.
“Saya akan lebih menyadarinya seiring berjalannya waktu,” tandasnya.
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 12 jam yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu







