Bantu Prediksi Risiko Stroke, Peneliti Kembangkan Teknologi yang Bisa Tiru Struktur Pembuluh Darah

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 24 Juli 2026 | 22:00 WIB
Ilustrasi pasien stroke (Foto/Health Grades)
Ilustrasi pasien stroke (Foto/Health Grades)

BeritaNasional.com - Sebuah inovasi medis mutakhir berhasil diciptakan oleh tim peneliti gabungan dari Australia dan Tiongkok. 

Mereka sukses mengembangkan teknologi bernama artery on a chip (arteri di atas chip) yang mampu meniru struktur pembuluh darah sekaligus dinamika aliran darah spesifik dari seorang pasien demi memprediksi risiko stroke dengan lebih akurat.

Melalui studi yang telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah Cell Biomaterials, perangkat canggih ini digambarkan sebagai "kembaran fisik" dari pembuluh darah manusia. 

Berdasarkan ringkasan studi di situs web Australian Science Media Center, Jumat (24/7/2026), temuan ini menunjukkan bahwa bentuk pembuluh darah dan gangguan pada aliran darah lokal ternyata memegang peran yang jauh lebih krusial dalam memicu stroke, ketimbang sekadar faktor penyempitan pembuluh darah saja.

Penulis utama studi tersebut dari Universitas Sydney, Australia, Zhao Yunduo, mengungkapkan harapan besar di balik pengembangan teknologi inovatif ini bagi masa depan dunia medis.

"Kami berharap alat-alat ini akan memungkinkan kami untuk mempelajari obat-obatan yang bertujuan mengurangi risiko stroke dan pada akhirnya memberikan perawatan yang dipersonalisasi untuk setiap pasien berdasarkan anatomi mereka," kata Zhao Yunduo.

Dalam proses uji coba platform ini, para peneliti merekonstruksi arteri karotis milik enam pasien yang memiliki tingkat keparahan penyakit berbeda.

Menggunakan metode dinamika fluida komputasional untuk memodelkan aliran darah, tim menemukan adanya perbedaan kontras pada aliran darah lokal pasien, meskipun mereka memiliki tingkat penyempitan arteri yang serupa.

Guna melihat respons pembekuan darah, peneliti juga memanfaatkan teknologi laser untuk membuat luka mikro pada lapisan kolagen di bawahnya.

Hasilnya, proses pembekuan darah terbukti sangat bervariasi dan bergantung pada keunikan bentuk arteri masing-masing individu.

Setelah sukses dalam tahap laboratorium, tim peneliti kini tengah bergerak maju dengan merekrut para pasien stroke untuk memulai tahapan uji klinis.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: