Perangi Peretas, FBI Bangun Replika Kota Mini Khusus untuk Simulasi Serangan Siber

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
FBI memamerkan replika kota mini seluas 22 ribu meter persegi di dalam kampus Huntsville, Alabama. (Foto/YouTube FBI)
FBI memamerkan replika kota mini seluas 22 ribu meter persegi di dalam kampus Huntsville, Alabama. (Foto/YouTube FBI)

BeritaNasional.com - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) punya cara unik untuk melatih para agennya menghadapi ancaman digital. 

FBI baru saja memamerkan replika kota mini seluas 22 ribu meter persegi di dalam kampus Huntsville, Alabama. 

Kota buatan ini dibangun khusus sebagai medan latihan nyata untuk menyimulasikan dan menyelidiki serangan siber.

Fasilitas yang diberi nama Kinetic Cyber Range ini sebenarnya sudah mulai beroperasi sejak Februari 2025. Di dalamnya, FBI menciptakan sebuah ekosistem komunal yang sangat mirip dengan kondisi riil di AS.

Jangan bayangkan ini hanya sebuah laboratorium komputer biasa. Di dalam kompleks pelatihan ini terdapat rumah-rumah lengkap dengan perabotannya, hotel, pom bensin, minimarket, gedung pengadilan, rumah sakit, hingga perusahaan listrik. 

Bahkan, kota mini ini juga dilengkapi dengan jalan raya operasional lengkap dengan lampu lalu lintasnya.

Sejak resmi dibuka, fasilitas canggih ini tercatat telah melatih lebih dari 1.400 siswa, yang terdiri dari personel internal FBI hingga mitra dari berbagai lembaga federal dan lokal.

Langkah ekstrem FBI ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan Laporan Kejahatan Internet FBI tahun 2025, ancaman digital di AS sudah berada di tahap yang mengkhawatirkan.

Total pengaduan lebih dari 1 juta laporan kejahatan siber. Kerugian mencapai USD20,9 miliar, melonjak hingga 26 persen dibanding tahun sebelumnya.

Ancaman utama serangan ransomware masih menjadi momok terbesar bagi infrastruktur penting negara.

Melalui Kinetic Cyber Range, para penyelidik bisa keluar dari teori ruang kelas dan langsung mempraktikkan penanganan teknologi konsumen maupun korporasi terbaru yang sering menjadi incaran peretas. 

Hebatnya, seluruh perangkat di kota ini berfungsi normal seperti di dunia nyata, namun sistem keamanannya telah dirancang agar simulasi serangan tidak akan bocor ke jaringan luar.

Meniru Ruang Data Korporat dan Tekanan Dunia Nyata

Untuk memperkuat sensasi investigasi di lapangan, fasilitas ini juga menyediakan pusat data mini yang menampung lebih dari 200 server fisik yang menjalankan sistem operasi Windows dan Linux. 

Lingkungan ini sengaja dibuat semirip mungkin dengan ruang server perusahaan yang biasa dihadapi agen saat mengeksekusi surat perintah penggeledahan.

"Tempatnya dingin, sempit, berisik, gelap, dan menyedihkan," ujar Dave Beachboard, manajer program fasilitas tersebut.

Di sini, para agen dilatih mengambil keputusan bertekanan tinggi saat faset penting kota lumpuh. Misalnya, ketika sistem komputer rumah sakit mati total akibat dikunci oleh ransomware.

Pelatihan Forensik Digital yang Kontroversial

Selain penanganan serangan, kota mini ini juga menjadi kawah candradimuka bagi pelatihan forensik digital.

Polisi siber dilatih untuk membongkar sistem enkripsi keamanan pada gawai modern guna mengekstrak data penting untuk kebutuhan penyidikan pidana.

Meski efektif untuk penegakan hukum, teknik forensik ini sebenarnya masih memicu kontroversi.

Pasalnya, alat-alat yang digunakan sering kali bekerja dengan cara mengeksploitasi celah keamanan (bug) yang sengaja tidak dilaporkan kepada produsen raksasa seperti Apple atau Google.

Praktik pemanfaatan celah rahasia ini dinilai sebagian pihak dapat berisiko melemahkan perlindungan privasi pengguna secara umum.

Sumber: TechCrunchsinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: