Batal Teken MoU Damai, Trump Yakin Iran Bakal Setujui Kesepakatan Final dalam 60 Hari

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:02 WIB
Gencatan senjata AS-Iran (Beritanasional/Candra)
Gencatan senjata AS-Iran (Beritanasional/Candra)

BeritaNasional.com - Usai gagalnya penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Swiss pada Jumat (19/6/2026), yang diduga akibat serangan Israel ke Lebanon, Presiden AS Donald Trump memperkirakan bahwa Iran akan menyetujui kesepakatan final dalam kurun waktu 60 hari yang terhitung sejak Kamis (18/6/2026). 

Trump juga mengancam akan melakukan hal-hal yang tidak akan disukai oleh Iran, sehingga ia yakin bahwa hal itu tidak akan terjadi. 

"kami akan melakukan hal-hal yang tidak akan membuat mereka senang," ujar Trump di Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland.

"Namun, saya rasa itu tidak akan sampai terjadi," imbuhnya.

Sebagai informasi, teks MoU itu berisi bahwa kedua AS dan Iran berkomitmen untuk bernegosiasi dan mencapai kesepakatan final dalam waktu maksimal 60 hari, yang dapat diperpanjang dengan persetujuan bersama.

Sebelumnya, penandatanganan MoU damai antara AS-Iran yang dijadwalkan di Swiss pada Jumat telah ditunda, tanpa ada penjelasan resmi dari kedua pihak. Sejumlah laporan media mengatakan bahwa Iran menarik diri dari pembicaraan itu sebagai respons terhadap serangan terbaru Israel di Lebanon.

Sebelumnya pada pada hari yang sama, Trump mengatakan kepada NBC News bahwa dia telah berbicara dengan para pemimpin Israel dan mendesak mereka untuk menyetujui gencatan senjata dengan Hizbullah.

"Ini hal yang positif," kata Trump dalam wawancara melalui telepon tersebut.

"Ini merupakan tambahan kecil yang menyempurnakan keadaan," terang Trump.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS menyampaikan bahwa babak baru pembicaraan antara Israel dan Lebanon akan diadakan di Washington DC pekan depan.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: