Frans Antony Ratusan Kali Bolak-Balik Indonesia-Thailand Bawa Uang Bandar Narkoba Fredy Pratama

Oleh: Bachtiarudin Alam
Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:05 WIB
Tersangka Frans Antony (tangan diborgol), bendahara bandar narkoba Fredy Pratama, di Bareskrim Polri. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam)
Tersangka Frans Antony (tangan diborgol), bendahara bandar narkoba Fredy Pratama, di Bareskrim Polri. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam)

BeritaNasional.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menemukan fakta terkait sepak terjang tersangka Frans Antony, bendahara bandar narkoba Fredy Pratama.

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menyebutkan Frans yang saat ini sudah ditangkap mengakui sering bolak-balik İndonesia-Thailand untuk membawa uang hasil penjualan narkoba. 

“Frans Antony melakukan kegiatan pengangkutan uang hasil kejahatan dari indonesia ke Thailand telah berlangsung selama kurang lebih 7 tahun, terhitung sejak 2017 hingga 2023, dengan frekuensi rata-rata 2 hingga 3 kali setiap bulan,” ucap Eko dikutip Sabtu (20/6/2026).

Eko menghitung frekuensi pengangkutan uang oleh Frans bisa mencapai 168 kali dari Indonesia ke Thailand untuk membawa uang tunai.

“Selama periode tersebut dengan nilai minimal setiap kali pengangkutan adalah Rp1 miliar,” sebutnya.

Eko menyampaikan uang yang dibawa Frans sudah lebih dahulu ditukar ke mata uang asing seperti dolar Singapura melalui money changer ilegal sindikat internasional.

“Menukarkan uang dalam bentuk rupiah diubah dalam bentuk dolar Singapura melalui money changer di Indonesia kemudian dibawa oleh Frans ke Thailand,” ungkapnya.

Diketahui, Frans Antony adalah buronan jaringan bandar narkoba Fredy Pratama yang telah ditetapkan sebagai buronan masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 12 November 2023.

Diketahui, Frans ditangkap di Kuala Lumpur Malaysia pada Kamis (18/6/2026) pagi, lalu dipulangkan dengan dukungan Kedutaan Besar İndonesia di Kuala Lumpur dan tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (19/6/2026) sore.

Tersangka adalah layer pertama dari jaringan Fredy Pratama yang selalu melarikan diri dengan modus berpindah-pindah tempat selama di Thailand. Pelariannya dibantu orang suruhan dari jaringan Freddy Pratama yang merupakan WN Thailand.

“Akan dilakukan pemeriksaan intensif dan proses penyidikan lanjutan di Bareskrim Polri untuk mengembangkan kasus ini lebih luas. Penyidikan akan difokuskan pada pengungkapan seluruh aliran dana dan jaringan pendukung, jadi kami lebih fokus memetakan jaringan dana dari Fredy Pratama,” tegas Eko.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: