Penjualan Lesu, BYD Rombak Mesin Pengembangan Mobil Listriknya

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:01 WIB
Penjualan Lesu, BYD Rombak Mesin Pengembangan Mobil Listriknya. (Foto/Carnewschina)
Penjualan Lesu, BYD Rombak Mesin Pengembangan Mobil Listriknya. (Foto/Carnewschina)

BeritaNasional.com - BYD dilaporkan tengah melakukan perubahan besar pada struktur pengembangan kendaraan listriknya dengan mengadopsi sistem yang lebih terdesentralisasi. Langkah tersebut diambil sebagai upaya membalikkan perlambatan penjualan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir sekaligus meningkatkan efisiensi pengembangan produk.

Berdasarkan laporan Sina dilansir dari Carnewschina, produsen otomotif asal China itu akan memecah Institut Riset Teknik Otomotif pusat menjadi lima pusat riset yang berfokus pada masing-masing merek. Restrukturisasi ini mengubah pola koordinasi tenaga kerja teknik yang sebelumnya dipusatkan dalam satu divisi besar.

Dalam skema baru, divisi teknik inti hanya akan bertugas sebagai pusat pengelolaan teknologi dasar. Unit tersebut tetap memegang kendali atas teknologi utama seperti baterai Blade, platform kendaraan listrik, serta arsitektur elektronik. Sementara itu, pengembangan aplikasi kendaraan dan penyesuaian sasis akan ditangani langsung oleh masing-masing divisi merek.

Lima merek yang akan mendapatkan kewenangan lebih besar tersebut meliputi Dynasty, Ocean, Denza, Fang Cheng Bao, dan Yangwang. Setiap divisi nantinya memiliki otoritas mandiri dalam menentukan arah produk serta perencanaan kendaraan.

Perubahan ini juga membuat keputusan pengembangan produk lebih dekat dengan kebutuhan pasar. Sebelumnya, definisi produk sepenuhnya ditentukan oleh pusat teknik, sehingga tim penjualan memiliki keterlibatan yang lebih terbatas dalam proses desain. Kini, BYD berupaya menyelaraskan kebutuhan pasar dengan proses pengembangan kendaraan.

Tidak hanya dari sisi struktur organisasi, BYD juga akan menerapkan sistem laporan laba-rugi independen untuk setiap portofolio merek. Dynasty, Ocean, Denza, dan Fang Cheng Bao diwajibkan menjalankan model pembiayaan mandiri. Namun, merek premium Yangwang untuk sementara masih dikecualikan dari target keuntungan jangka pendek.

Setiap merek nantinya juga akan dikenakan biaya penggunaan aset bersama perusahaan berdasarkan tarif pasar. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, meski di sisi lain berpotensi menambah kompleksitas organisasi.

Restrukturisasi ini juga bertujuan mengurangi tumpang tindih produk di berbagai rentang harga. Selama ini, penggunaan platform yang sama disebut memicu persaingan internal antara lini Ocean dan Dynasty karena menghadirkan model dengan harga serupa.

Langkah tersebut dilakukan di tengah upaya BYD memperkuat lini premium melalui berbagai model baru. Di saat yang sama, perusahaan juga menghadapi tekanan penjualan setelah mencatat penurunan volume sebesar 20 persen dalam lima bulan pertama 2026, meski total penjualan masih mencapai 1,405 juta unit.

Perubahan strategi tersebut menandai pergeseran fokus BYD dari sekadar mengejar volume penjualan menuju peningkatan efisiensi pengembangan dan profitabilitas jangka panjang.

Sumber: Carnewschinasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: