BYD Ciptakan Teknologi Baterai yang Bisa Memprediksi Kondisi Jalan

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:01 WIB
BYD Ciptakan Teknologi Baterai yang Bisa Memprediksi Kondisi Jalan. (Foto/carnewschina)
BYD Ciptakan Teknologi Baterai yang Bisa Memprediksi Kondisi Jalan. (Foto/carnewschina)

BeritaNasional.com - Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, mengajukan paten baru untuk sistem manajemen termal baterai prediktif yang memanfaatkan data navigasi waktu nyata untuk mengoptimalkan suhu baterai kendaraan.

Teknologi tersebut dirancang untuk bekerja dalam mode hemat energi khusus dengan menyesuaikan target suhu secara dinamis. Sistem akan menganalisis parameter rute perjalanan serta karakteristik sel baterai untuk memproyeksikan kurva suhu ideal, sehingga dapat mencegah lonjakan daya berlebih maupun penurunan suhu ekstrem yang berpotensi mengurangi performa kendaraan.

Melalui pendekatan prediktif ini, sistem tidak lagi sekadar bereaksi terhadap perubahan suhu, tetapi dapat melakukan penyesuaian lebih awal sebelum kendaraan memasuki kondisi berkendara dengan beban tinggi. Langkah tersebut diyakini dapat mengurangi pemborosan energi akibat proses pendinginan dan pemanasan yang tidak diperlukan.

Teknologi baru ini hadir seiring meningkatnya kapasitas pemasangan baterai lithium-besi-fosfat (LFP) BYD di pasar domestik China. Pada Mei 2026, pemasangan baterai BYD mencapai 11,87 GWh atau meningkat 13,2 persen dibanding bulan sebelumnya. Produsen tersebut menguasai sekitar 20,4 persen pangsa pasar baterai kendaraan listrik di China.

Sistem manajemen termal ini juga disebut akan mendukung pengembangan teknologi baterai generasi baru, termasuk baterai solid-state berbasis sulfida dan sel natrium dengan daya tahan hingga 10.000 siklus pengisian.

Dari sisi keuangan, BYD memiliki fondasi bisnis yang kuat untuk mendukung investasi besar di sektor riset dan pengembangan (R&D). Pada 2025, perusahaan membukukan pendapatan sebesar 803,965 miliar yuan atau setara sekitar Rp2.124 triliun.

Dari jumlah tersebut, divisi otomotif menyumbang 648,646 miliar yuan atau sekitar Rp1.714 triliun, yang setara 80,68 persen dari total pendapatan perusahaan.

Sementara laba bersih konsolidasi BYD pada periode yang sama mencapai 33,761 miliar yuan atau sekitar Rp89,2 triliun.

Segmen manufaktur dan perakitan komponen seluler juga memberikan kontribusi signifikan dengan pendapatan sebesar 155,237 miliar yuan atau sekitar Rp410,2 triliun.

Pendapatan dari berbagai lini bisnis tersebut menjadi penopang utama BYD dalam mempertahankan investasi jangka panjang untuk pengembangan baterai serta memperluas portofolio teknologi kendaraan listrik.

Sumber: Carnewschinasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: