Iran Desak AS Jamin Kepatuhan Israel dalam MoU Perdamaian

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 21 Juni 2026 | 13:38 WIB
Ilustrasi perdamaian Iran-Amerika Serikat. (Foto/CopilotAI)
Ilustrasi perdamaian Iran-Amerika Serikat. (Foto/CopilotAI)

BeritaNasional.com - Iran menegaskan delegasinya yang berangkat ke Swiss bukan untuk memulai pembahasan teknis menuju kesepakatan final dengan Amerika Serikat.

Teheran menyebut fokus utama kunjungan tersebut adalah menyampaikan bahwa implementasi nota kesepahaman (MoU) tidak akan berlanjut tanpa jaminan bahwa Israel mematuhi isi kesepakatan.

Pemerintah Iran menilai Amerika Serikat bertanggung jawab memastikan Israel menjalankan komitmennya. Karena itu, pertemuan di Swiss belum akan membahas tahap akhir proses perdamaian yang sebelumnya diperkirakan berlangsung dalam waktu 60 hari.

Di saat yang sama, Iran terus meningkatkan tekanan dengan mempertahankan penutupan Selat Hormuz hingga sejumlah poin dalam MoU dijalankan.

Teheran menyoroti lima aspek utama, termasuk gencatan senjata di Lebanon, isu Selat Hormuz, pencabutan sanksi AS, serta pencairan aset Iran yang dibekukan di luar negeri.

Iran menegaskan proses perdamaian masih berada pada tahap awal dan tidak akan bergerak ke fase berikutnya jika poin-poin tersebut tidak dihormati oleh seluruh pihak.

Sementara itu, kesepakatan antara Washington dan Teheran mendapat kritik dari Partai Demokrat di Amerika Serikat. Anggota Kongres dari Maryland, Johnny Olszewski, menyebut kebijakan Presiden Donald Trump terhadap Iran sebagai "bencana" dan menilai kesepakatan yang dicapai mulai menunjukkan tanda-tanda kegagalan.

Senada, anggota Kongres lainnya, Pramila Jayapal, menuduh Partai Republik memangkas anggaran program kesehatan Medicare untuk mendanai operasi militer terkait Iran.

Kritik tersebut menambah tekanan politik terhadap pemerintahan Trump di tengah upaya menjaga stabilitas kesepakatan dengan Teheran.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: