10 Fakta Krisis Bolivia 2026, Ekonomi Terpuruk hingga Gejolak Sosial yang Terus Meluas

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 21 Juni 2026 | 15:04 WIB
Ilustrasi Krisis Bolivia. (Foto/CopilotAI)
Ilustrasi Krisis Bolivia. (Foto/CopilotAI)

BeritaNasional.com -  Krisis Bolivia 2026 menjadi salah satu peristiwa ekonomi paling serius di Amerika Latin dalam beberapa tahun terakhir.

Berawal dari tekanan ekonomi, situasi kini berkembang menjadi krisis sosial dan politik yang memicu demonstrasi besar, blokade jalan, hingga kelangkaan bahan bakar dan pangan di berbagai wilayah.

Kondisi ini membuat pemerintah Bolivia berada dalam tekanan besar di tengah upaya menstabilkan ekonomi yang terus melemah.

Berikut 10 fakta krisis Bolivia yang kian memburuk pada 2026.

1. Kelangkaan Dolar AS Makin Parah

Mengutip laporan EFE Noticias pada 21 Juni 2026, Bolivia mengalami krisis cadangan devisa yang membuat dolar AS semakin sulit diperoleh.

Situasi ini sudah terjadi sejak 2023 dan memburuk dalam dua tahun terakhir. Dampaknya, aktivitas impor dan transaksi internasional ikut terganggu.

2. Cadangan Devisa di Level Kritis

Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut cadangan devisa Bolivia berada pada titik yang sangat rendah. Kondisi ini meningkatkan risiko krisis neraca pembayaran dan mempersempit ruang pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.

3. Inflasi Tertinggi dalam Dua Dekade

Tahun 2025 mencatat inflasi di atas 20 persen, salah satu yang tertinggi dalam lebih dari 20 tahun terakhir. Lonjakan harga membuat daya beli masyarakat terus tergerus dan memicu tekanan sosial di berbagai daerah.

4. Krisis Bahan Bakar di Banyak Wilayah

Kelangkaan BBM menjadi masalah serius. Warga harus mengantre berjam-jam di SPBU, bahkan ada yang menginap demi mendapatkan bensin atau solar. Kondisi ini mengganggu distribusi barang dan aktivitas ekonomi.

5. Subsidi BBM Dihapus

Presiden Bolivia Rodrigo Paz mencabut subsidi bahan bakar sebagai bagian dari reformasi ekonomi. Kebijakan ini membuat harga BBM melonjak tajam dan memicu ketidakpuasan luas di masyarakat.

6. Demonstrasi dan Blokade Jalan Meluas

Kenaikan biaya hidup memicu gelombang protes besar. Buruh, petani, hingga masyarakat adat melakukan blokade jalan yang melumpuhkan distribusi logistik di berbagai wilayah Bolivia.

7. Pemerintah Tetapkan Status Darurat

Pada 20 Juni 2026, pemerintah menetapkan status darurat selama 90 hari untuk mengatasi blokade jalan. Militer turut dikerahkan untuk membantu aparat membuka akses transportasi yang terputus.

8. Distribusi Pangan Terganggu

Blokade jalan menyebabkan pasokan makanan tersendat. Sejumlah kota mengalami kelangkaan bahan pangan, yang berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok dan memperburuk kondisi masyarakat.

9. Korban Jiwa dalam Aksi Protes

Bentrok yang terjadi selama krisis telah menimbulkan korban jiwa. Laporan menyebut sedikitnya belasan orang meninggal dunia dan ratusan lainnya ditangkap dalam rangkaian demonstrasi.

10. Krisis Dipicu Masalah Struktural Ekonomi

Para ekonom menilai krisis Bolivia bukan hanya akibat kebijakan terbaru pemerintah. Penurunan produksi gas alam, defisit fiskal berkepanjangan, melemahnya ekspor, serta ketergantungan pada subsidi energi menjadi faktor utama yang telah melemahkan ekonomi Bolivia dalam jangka panjang.

(Rep/Bunga)sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: