Viral Polda Metro Jaya Didatangi Prajurit, Mabes TNI Berikan Penjelasan
BeritaNasional.com - Mabes TNI buka suara terkait video viral di media sosial merekam kehadiran puluhan prajurit bersenjata lengkap mendatangi Markas Polda Metro Jaya pada Kamis (9/7/2026) dini hari. Video yang merekam kedatangan prajurit ini turut menyita perhatian, di tengah penyidikan oleh Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya di sejumlah lokasi terkait dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), pada Rabu (8/7/2026).
Kapuspen Mabes TNI Brigjen Muhammad Nas meluruskan jika narasi di media sosial soal kehadiran prajurit disebut ‘menyerbu’ terlalu berlebihan. Ia berharap masyarakat bisa bijak dan tidak mudah terpancing dengan narasi provokatif.
“Terlalu provokatif menggunakan bahasa menyerbu dan itu tidak benar adanya,” kata Nas saat dikonfirmasi awak media pada, Kamis (9/7/2026).
Selain itu, Nas menegaskan, tidak pernah ada personel TNI yang mendatangi Mapolda Metro Jaya sebagaimana isu berkembang di media sosial. Khususnya isu puluhan orang berambut cepak mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk mengambil saksi yang sedang diperiksa.
“Tidak benar, waspadai narasi-narasi provokasi. Tidak benar ada yang datang,” ucapnya.
Meski begitu, dari pantauan di lokasi pengamanan area gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya memang terlihat diperketat pagi hari ini. Hal itu terlihat dari mereka yang tidak berkepentingan dilarang masuk selain anggota polisi sejak Rabu (8/7/2026) malam.
Puluhan personel Brimob Polda Metro Jaya pun bersiaga di sana. Kondisi seperti ini, seiring selesianya kegiatan penggeledahan dilakukan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama Kortas Tipidkor Polri terhadap tiga objek kasus korupsi.
Adapun tiga kasus dugaan menyangkut korupsi tata kelola batu bara pemicu blackout (pemadaman masal) ditangani Kortas Tipidkor Polri. Kemudian dua kasus lain terkait korupsi asuransi Asabri dan Jiwasraya tahun 2020 sampai 2025, serta kasus dugaan pencucian uang dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Dari 12 lokasi penyidik berhasil menyita uang total Rp60 miliar dari Cafe de'CLAN Signature dan Rp7,2 miliar dari Koin Money Changer daerah Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan (Jaksel).
Kemudian untuk barang bukti dari lokasi di rumah Sentul, Bogor, Jawa Barat, turut disita uang senilai Rp476 miliar dan emas batangan seberat 74 kilogram. Menariknya, penyidik juga menyita sebuah foto keluarga diduga pemilik dari barang bukti tersebut.
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 20 jam yang lalu
HUKUM | 20 jam yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu







