Divonis Bersalah di Kasus Pemerkosaan, Anak Putri Mahkota Norwegia Jadi Tahanan Rumah dan Ajukan Banding
BeritaNasional.com - Meskipun telah divonis bersalah dalam kasus pemerkosaan dan beberapa tuduhan lainnya, Marius Borg Høiby, putra sulung Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit, ternyata telah keluar dari penjara dan menjalani tahanan rumah sambil mengajukan banding atas vonis hukumannya itu.
Melansir PEOPLE pada Kamis (16/7/2026), media Norwegia, VG melaporkan pada Selasa (14/7/2026) bahwa Høiby akan dipindahkan dari penjara, dan akan menjalani tahanan rumah dengan pengawasan elektronik selama empat minggu ke depan sambil mengajukan banding atas hukumannya.
Dalam laporan itu, Høiby akan tinggal di sebuah rumah dekat Skaugum, kediaman kerajaan ibu dan ayah tirinya, Putra Mahkota Haakon di Asker.
Atas kabar ini, Kepala komunikasi Istana Kerajaan Guri Varpe mengatakan bahwa pasangan Putra Mahkota berharap dapat mendukung putra mereka selama dalam tahanan.
“Putra Mahkota dan Putri Mahkota ingin membantunya dalam fase yang sedang ia jalani saat ini,” kata Varpe kepada Nettavisen.
Perlu diketahui bahwa Borg Høiby adalah putra Mette-Marit dari hubungan sebelum pernikahannya dengan Putra Mahkota Haakon, pewaris takhta Norwegia, pada 2001 silam. Dan Borg Høiby tidak memegang peran kerajaan yang aktif ataupun mewarisi gelar kerajaan.
Borg Høiby telah ditahan sejak awal Februari 2026 ketika dia ditangkap atas tuduhan penyerangan, melanggar perintah penahanan, dan mengancam orang lain dengan pisau beberapa hari sebelum dimulainya persidangan besar, di mana dia menghadapi 38 tuduhan pelecehan dan penyerangan seksual.
Sebelumnya, pada 7 Agustus 2024, polisi setempat menyampaikan bahwa ia ditangkap karena dicurigai melakukan penyerangan terhadap seorang wanita. Lalu kemudian dilepaskan.
Persidangan terakhir yang selama enam minggu itu mendapat perhatian besar di Norwegia dan menodai citra monarki Norwegia, meskipun Marius Borg Høiby bukan pewaris takhta dan tidak menjalankan tugas-tugas kerajaan.
Pada sidang 15 Juni lalu, Borg Høiby dijatuhi hukuman empat tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas sejumlah pelanggaran, termasuk dua tuduhan pemerkosaan, dan menerima perintah penahanan selama dua tahun atas kasus salah satu korbannya. Keputusan tersebut diumumkan hampir dua tahun setelah ia pertama kali ditangkap karena dugaan penyerangan seorang wanita berusia 20 tahun pada Agustus 2024.
Dari situ, mantan kekasih Borg Høiby muncul untuk menyampaikan tuduhannya, dan kasus tersebut meluas. Pada Agustus 2025, ia didakwa dengan 32 tuduhan, termasuk pemerkosaan dan pelecehan seksual.
Sementara itu, menurut VG, Borg Høiby telah mengajukan banding atas beberapa aspek hukuman tersebut, yang menurut Nettavisen belum final, dan ia terakhir kali hadir di Pengadilan Distrik Oslo pada tanggal 13 Juli. Pengadilan memutuskan bahwa ada risiko residivisme sehingga ia harus ditahan selama empat minggu lagi, tetapi hal itu dapat dilakukan di rumah dengan menggunakan gelang kaki elektronik.
Di sisi lain, melansir NRK, ada kekhawatiran tentang potensi risiko tindak pidana terkait seseorang yang diidentifikasi sebagai "The Frogner women", yang terakhir kali menjalin hubungan dengan Borg Høiby, meskipun ia bersikeras di pengadilan pada hari Senin (13/7/2026) bahwa mereka berdua telah melanjutkan hidup masing-masing.
“Jika suatu hari dia muncul di depan pintu rumah saya, saya harus menghubungi polisi. Saya tidak ingin berhubungan dengannya,” kata mantan kekasih Borg Høiby saat itu.
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 20 jam yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 20 jam yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu





