Kurangi Ketergantungan Dolar, Libya Gabung Sistem Pembayaran China

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Minggu, 19 Juli 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi dolar AS (BeritaNasional/Pixabay)
Ilustrasi dolar AS (BeritaNasional/Pixabay)

BeritaNasional.com - Gubernur Bank Sentral Libya, Naji Mohammed Issa, dan Gubernur Bank Rakyat China, Pan Gongsheng telah sepakat untuk menghubungkan bank-bank komersial Libya ke sistem pembayaran dan penyelesaian China.

Dalam pernyataan di situs webnya, Bank Sentral Libya mengatakan, Issa, yang sedang mengunjungi Beijing, bertemu dengan Gubernur Bank Rakyat China.

Mereka meninjau volume perdagangan antara kedua negara dan membahas cara-cara penguatan dan meningkatkan tingkat pertumbuhannya.

"Pentingnya meluncurkan fase baru kemitraan strategis sejati antara kedua bank sentral dibahas. Disepakati untuk menghubungkan bank-bank komersial Libya ke Sistem Pembayaran Antar Bank Lintas Batas China, CIPS, yang akan menyederhanakan transfer keuangan dan membuatnya lebih mudah dilakukan," katanya.

CIPS diluncurkan oleh Bank Rakyat China pada 2015, untuk memfasilitasi transfer internasional memakai yuan China.

Sistem tersebut berfungsi sebagai infrastruktur yang memungkinkan bank untuk mengirim dan menerima pembayaran dalam mata uang yuan secara langsung, mengurangi ketergantungan pada dolar AS dengan menghilangkan kebutuhan untuk memproses transaksi melalui bank perantara.

Pernyataan tersebut menambahkan, kedua pihak juga sepakat untuk mengatasi hambatan yang ada dan memfasilitasi prosedur perdagangan dengan cara yang akan meningkatkan volume perdagangan antara kedua negara.

Kegiatan tersebut itu akan dimulai dengan implementasi transfer uang langsung ke China, sehingga memudahkan transaksi bagi pedagang skala kecil.

Kedua pihak juga sepakat untuk mengizinkan pembukaan surat kredit secara langsung melalui bank-bank China, menurut pernyataan tersebut.

Mereka juga sepakat, mengatur kunjungan delegasi perbankan resmi Libya ke Beijing, yang dipimpin oleh Gubernur Bank Sentral dan didampingi oleh direktur bank komersial Libya, untuk bertemu dengan rekan-rekan mereka dari China sesegera mungkin.

Pernyataan tersebut mencatat, kunjungan yang direncanakan bertujuan untuk membangun kerja sama antara bank komersial di kedua negara dan untuk memanfaatkan pengalaman China dalam pembayaran elektronik dan transfer keuangan langsung.

Langkah-langkah tersebut akan membantu mengurangi ketergantungan pada pasar informal, memastikan kepatuhan terhadap standar anti-pencucian uang dan pendanaan kontra-terorisme, serta meningkatkan reputasi sektor perbankan Libya.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: