DPR Ingatkan Perdagangan Karbon Jangan Korbankan Kelestarian Hutan
BeritaNasional.com - Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menegaskan perdagangan karbon (carbon trading) tidak boleh menggeser tujuan utama pengelolaan hutan, yakni menjaga kelestarian ekosistem.
Ia meminta pemerintah menyiapkan tata kelola yang kuat agar implementasi perdagangan karbon tidak menimbulkan kerugian investasi maupun kerusakan hutan.
Pemerintah perlu memperjelas sistem pengawasan dan pemetaan kawasan dalam pelaksanaan perdagangan karbon.
Selain itu, skema perlindungan investasi, termasuk melalui mekanisme asuransi, juga dinilai perlu disiapkan untuk mengantisipasi potensi kerugian.
"Bagaimana bentuk pengawasannya, pemetaannya, kemudian bagaimana terhadap cover asuransinya, sehingga jangan sampai terjadi kerugian-kerugian terhadap investasi karbon,” ujar Firman di Palembang dikutip Sabtu (18/7/2026).
“Jangan sampai target daripada carbon trading ini justru merusak hutan kita. Tujuan utama kita sebetulnya adalah pelestarian hutan," tambahnya.
Ia menekankan pengembangan ekonomi karbon harus menjadi instrumen yang mendukung konservasi hutan, bukan membuka ruang eksploitasi sumber daya alam.
Menurutnya, Indonesia tidak boleh mengulangi persoalan tata kelola yang pernah terjadi di sektor pertambangan maupun perkebunan kelapa sawit.
"Hutan ini adalah anugerah Tuhan yang harus dilindungi. Apa pun bentuk eksploitasi dan pengelolaannya, jangan sampai mengulang kegagalan kita di sektor pertambangan maupun sawit," ujarnya.
Firman menegaskan Komisi IV DPR memandang manfaat ekonomi dari perdagangan karbon hanya sebagai nilai tambah.
Sementara itu, tujuan utama kebijakan tersebut tetap menjaga keberlanjutan hutan Indonesia.
"Spirit Komisi IV adalah carbon trading merupakan penerimaan kedua (secondary income). Yang paling utama adalah bagaimana kita menyelamatkan hutan kita," pungkasnya.

TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







