Hapus Stigma Mata Juling, Kampanye Edukasi JEC Raih Penghargaan Marketeers OMNI Brands 2026
BeritaNasional.com - JEC Eye Hospitals & Clinics sukses menyabet penghargaan bergengsi Marketeers OMNI Brands of the Year 2026 untuk kategori Impactful Omnichannel Social Campaign pada Selasa (23/6/2026).
Penghargaan ini diraih berkat keberhasilan kampanye edukasi bertajuk “Strabismus: From Stigma to Confidence” yang dinilai konsisten, terintegrasi, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kampanye ini diinisiasi karena masih minimnya pemahaman publik mengenai strabismus atau mata juling.
Hingga saat ini, kondisi tersebut sering kali hanya dianggap sebagai masalah estetika atau penampilan semata. Bahkan, ada mitos yang menyebut bisa sembuh dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.
Padahal, strabismus merupakan kondisi medis nyata di mana posisi kedua mata tidak sejajar. Jika dibiarkan tanpa penanganan tepat, mata juling dapat merusak fungsi penglihatan, seperti hilangnya kemampuan melihat tiga dimensi, kesulitan memperkirakan jarak, hingga memicu ambliopia atau mata malas.
Pentingnya Deteksi Dini pada Anak
Melalui gerakan “Strabismus: From Stigma to Confidence”, JEC mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih peka terhadap gejala awal mata juling sejak dini.
Pada bayi, mata yang tampak tidak sejajar memang wajar karena koordinasi saraf yang belum matang.
Namun, jika kondisi ini terus bertahan setelah usia enam bulan, orang tua wajib segera membawanya ke dokter spesialis mata.
Deteksi dini sangat krusial untuk memetakan pemicu utamanya, apakah karena gangguan otot mata, saraf, faktor genetika, atau kelainan refraksi (minus, plus, silinder) yang tidak dikoreksi.
Apalagi, gejala strabismus tidak selalu terlihat sepanjang waktu. Ada kalanya mata juling hanya muncul sesekali saat anak sedang lelah, mengantuk, melamun, atau sakit.
Bahkan, ada jenis strabismus yang sama sekali tidak kasat mata dalam aktivitas sehari-hari dan baru terdeteksi lewat pemeriksaan medis yang teliti.
Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), PhD selaku Direktur Pengembangan & Pendidikan, JEC Group menyampaikan penghargaan ini dimaknai sebagai dorongan untuk memperluas edukasi kesehatan mata kepada masyarakat.
“Penghargaan ini kami maknai sebagai dorongan untuk terus memperluas edukasi kesehatan mata kepada masyarakat. Melalui kampanye strabismus ini, JEC Eye Hospitals & Clinics ingin mengajak orang tua dan masyarakat untuk memahami bahwa mata juling bukan sekadar persoalan estetika, melainkan kondisi medis yang perlu diperiksa. Semakin dini diketahui, semakin besar peluang anak mendapatkan tata laksana yang sesuai dan hasil yang lebih optimal,” paparnya.
Agar gaung edukasi ini berdampak luas, JEC memanfaatkan strategi omnichannel yang menyasar berbagai lini.
Mulai dari konten digital di media sosial, seminar, talkshow radio, podcast, publikasi media, hingga aksi nyata di lapangan seperti skrining mata gratis dan program sosial operasi mata juling gratis.
Di rumah sakit JEC sendiri, penanganan pasien strabismus dilakukan secara personal dan bertahap berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh. Solusinya pun beragam; bisa berupa koreksi dengan kacamata khusus, terapi patching (penutupan mata sehat untuk melatih mata yang lemah), vision therapy untuk koordinasi otot dan saraf, hingga tindakan bedah jika memang diperlukan.
Langkah masif JEC ini terbukti ampuh meruntuhkan tembok stigma. Berkat kesadaran publik yang meningkat, masyarakat kini lebih berani melakukan pemeriksaan.
Data internal JEC mencatat adanya lonjakan tindakan strabismus sebesar 29 persen pada tahun 2025 dibanding tahun sebelumnya.
Angka ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi yang tepat mampu mendorong masyarakat mencari penanganan yang selama ini tertunda akibat rasa malu atau minimnya info.
“Bagi kami, edukasi kesehatan mata tidak hanya bertujuan menyampaikan informasi, tetapi juga membantu masyarakat mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kualitas penglihatan. Kami berharap kampanye ini dapat terus mendorong deteksi dini, mengurangi stigma, dan membantu lebih banyak pasien mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medisnya,” tandasnya.
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







