Menteri Dody Prioritaskan Gedung Edukasi dan Training Center Baru di IPTC
BeritaNasional.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, melakukan penyesuaian rencana pembangunan fasilitas di Indonesia Paralympic Training Center (IPTC). Rencana awal untuk membangun asrama baru resmi ditunda dan anggaran akan dialihkan untuk pembangunan Gedung Edukasi serta Gelanggang Olahraga (GOR) tahap kedua.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Dody usai melakukan peninjauan lapangan pada Senin siang (15/5). Menurutnya, penundaan fasilitas asrama dilakukan demi menjawab kebutuhan yang lebih mendesak dari National Paralympic Committee (NPC).
"Asrama yang sekarang pun masih agak lowong. Daripada kita bangun sesuatu yang mubazir, kebetulan pada saat yang sama NPC meminta kita untuk membuat Gedung Edukasi. Jadi, status asrama kita tunda, kita alihkan menjadi Gedung Edukasi. Nanti kalau asrama sudah mulai penuh, baru kita bangunkan," jelasnya.
Selain gedung edukasi berkapasitas sekitar 400 orang, kementerian PU juga menargetkan sejumlah infrastruktur krusial lainnya yang akan langsung dieksekusi pada tahun ini. Menteri Dody merinci beberapa fasilitas utama yang masuk dalam daftar prioritas prioritas, antara lain training center tahap Kedua. "Training Center baru ini akan dikhususkan untuk cabang olahraga beregu, seperti sepak takraw dan futsal," paparnya.
Menurutnya kebutuhan lain yang mendesak adalah skybridge yang akan dibangun untuk menghubungkan antar-gedung. Sehingga, memudahkan mobilitas atlet dan staf di dalam kawasan pelatnas.
"Pasti kita bangun skybridge. Jadi nanti supaya teman-teman tidak kesulitan untuk moving (berpindah) ke tempat lainnya. Terkait genset hybrid, kemarin sebetulnya harusnya sudah ada, namun karena ada penambahan kuota daya, sempat ditunda. Sekarang ini menjadi prioritas," tambahnya.
Genset ini merespons keluhan terkait seringnya pemadaman listrik di kawasan tersebut juga akan disiapkan genset. "Kalau listrik padam, evakuasi atlit dilakukan manual. Diangkat petugas karena lift tidak bisa digunakan," urainya.
Terkait waktu pelaksanaan, ia menargetkan pembangunan fasilitas-fasilitas tersebut dapat dimulai pada tahun ini. Pihaknya tidak perlu melakukan tender ulang, melainkan melakukan perpanjangan kontrak (adendum) dengan pelaksana proyek sebelumnya.
"Bismillah, tahun ini. Kita kan tinggal perpanjang kontrak kerja yang lama. Secara anggaran, dari penetapan yang sekarang masih cukup. Targetnya, untuk mengupas dan menyelesaikan semuanya kita butuh waktu sekitar satu tahun," tegas dia dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).
Diketahui, IPTC dibangun dengan anggaran sebesar Rp421,9 miliar di atas lahan lebih dari 80 ribu m2 dengan total luas bangunan 34.346 m2, fasilitas ini terdiri dari gedung Gor 1 seluas 17.482 m2 dan gedung asrama seluas 16.864 m2. Gedung asrama terdiri 2 tower rumah susun setinggi 4 lantai dengan kapasitas 188 kamar yang dapat menampung 392 atlet.
Pusat pelatihan paralimpiade ini juga dilengkapi berbagai fasilitas olahraga berstandar internasional, mulai dari kolam renang utama, kolam pemanasan, kolam recovery, arena boccia, arena menembak, arena tenis meja dan wheel chair tenis meja, arena badminton, arena angkat besi, arena blind judo, ruang multifungsi, lapangan sepak bola, lintasan atletik 400 meter, lintasan lompat jauh, lintasan lompat tinggi, dan lintasan tolak peluru.
Pembangunan fasilitas ini menjadi Kawah Candradimuka bagi atlet difabel Indonesia untuk mengembangkan kemampuan mereka melalui latihan yang lebih profesional. Sebab, selama ini, keterbatasan sarana sering menjadi tantangan dalam pembinaan atlet paralimpiade. Dengan fasilitas yang lengkap dan terintegrasi, para atlet dapat berlatih secara optimal dan sesuai standar kompetisi internasional.
PERISTIWA | 22 jam yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
BUDAYA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 14 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 12 jam yang lalu






