BCA Syariah Optimistis Tumbuh Meski BI-Rate Naik ke Level 5,5 Persen

Oleh: Imantoko Kurniadi
Senin, 15 Juni 2026 | 21:23 WIB
Paparan Media Update Kinerja Keuangan 2025 bertajuk Innovate and Resilience di Jakarta, Selasa (10/2/2026). (Foto/doc. BCA Syariah)
Paparan Media Update Kinerja Keuangan 2025 bertajuk Innovate and Resilience di Jakarta, Selasa (10/2/2026). (Foto/doc. BCA Syariah)

BeritaNasional.com - PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) terus memperkuat strategi penghimpunan dana murah atau current account savings account (CASA) di tengah tren kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) yang kini berada di level 5,5 persen.

Selain meningkatkan porsi dana murah, perseroan juga berupaya lebih kreatif dalam menarik nasabah baru guna menjaga efisiensi biaya dana.

Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengakui bahwa kenaikan BI-Rate secara kumulatif sebesar 75 basis poin (bps) tentu berdampak terhadap biaya dana (cost of fund) industri perbankan, termasuk perbankan syariah.

“Pasti ada, dong. Pasti ada (dampak kenaikan BI-Rate ke biaya dana),” kata Yuli disela acara  Media Gathering BCA Syariah – Sinergi Inklusivitas Bersama Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Menurut Yuli, sebagai bagian dari industri keuangan nasional, BCA Syariah akan tetap menyesuaikan diri dengan kebijakan yang ditetapkan otoritas, termasuk perubahan suku bunga acuan yang dilakukan Bank Indonesia.

“Memang kita harus mengikuti. Apapun kan memang untuk kebaikan negara ini ya, tentu kondisinya kita harus ikut di dalamnya kan,” ujar Yuli.

Prospek Industri Perbankan Masih Terbuka

Terkait meredanya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), Yuli menilai kondisi tersebut belum sepenuhnya menghilangkan tantangan yang dihadapi sektor perbankan.

Saat ini, perhatian pelaku industri masih tertuju pada kondisi ekonomi dalam negeri, terutama daya beli masyarakat segmen menengah ke bawah.

Meski demikian, ia tetap optimistis terhadap prospek bisnis perbankan ke depan. Indonesia dinilai masih memiliki daya tarik yang kuat bagi investor maupun pelaku usaha sehingga peluang pertumbuhan tetap terbuka.

Yuli menegaskan bahwa industri keuangan perlu lebih adaptif dalam merespons berbagai perubahan yang terjadi di pasar dan perekonomian.

“Jadi prospek masih ada, cuma kitanya yang mesti lebih tanggap dan lebih mencermati dinamikanya,” kata Yuli.

DPK dan Pembiayaan BCA Syariah Tumbuh Double Digit

Kinerja BCA Syariah hingga Mei 2026 menunjukkan pertumbuhan yang solid. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, total dana pihak ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp15,17 triliun atau meningkat 15,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Di sisi pembiayaan, perseroan juga membukukan pertumbuhan sebesar 20,4 persen secara tahunan menjadi Rp13,12 triliun hingga Mei 2026.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa permintaan pembiayaan serta kepercayaan masyarakat untuk menempatkan dana di BCA Syariah masih terjaga di tengah perubahan arah kebijakan moneter.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: