Digitalisasi Dongkrak Kinerja BCA Syariah Sepanjang 2025

Oleh: Imantoko Kurniadi
Kamis, 12 Februari 2026 | 00:16 WIB
paparan Media Update Kinerja Keuangan 2025 bertajuk Innovate and Resilience di Jakarta, Selasa (10/2/2026). (Foto/doc. BCA Syariah)
paparan Media Update Kinerja Keuangan 2025 bertajuk Innovate and Resilience di Jakarta, Selasa (10/2/2026). (Foto/doc. BCA Syariah)

BeritaNasional.com - PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. Dalam paparan Media Update Kinerja Keuangan 2025 bertajuk Innovate and Resilience, perseroan melaporkan pertumbuhan aset dan laba yang tetap terjaga.

Total aset BCA Syariah naik 15,4 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp19,2 triliun. Laba bersih juga tumbuh 15,4 persen YoY menjadi Rp212 miliar.

“Alhamdulillah, BCA Syariah pada tahun ini tumbuh solid dan berkelanjutan yang tercermin, antara lain dari peningkatan total asset. Pertumbuhan didukung dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyalurannya dalam bentuk pembiayaan yang berkualitas. Ini mencerminkan semakin kuatnya minat dan kepercayaan masyarakat,” ujar Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum, dikutp dalam keterangannya, Kamis (11/2/2026).

Dari sisi intermediasi, pembiayaan meningkat 23,1 persen YoY menjadi Rp13,2 triliun. Penyaluran difokuskan pada sektor produktif, termasuk pembiayaan komersial serta konsumer seperti KPR dan emas. Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio NPF gross di level 1,57 persen.

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 17,1 persen YoY menjadi Rp15,4 triliun. Peningkatan ditopang dana murah (CASA) yang melonjak 25,7 persen YoY hingga mencapai Rp6,3 triliun.

Sejalan dengan tren digitalisasi perbankan syariah, BCA Syariah memperkuat layanan elektronik melalui mobile banking BSya. Sepanjang 2025, sejumlah fitur baru ditambahkan, mulai dari pembiayaan emas, e-deposito, QRIS customer presented mode, setor tunai cardless, hingga layanan qurban dan zakat fitrah. Untuk segmen usaha, internet banking BIQ dikembangkan dengan fitur dashboard keuangan, integrasi KSEI/RDN, BI Fast Transfer, dan transfer batch.

“Kami memanfaatkan digitalisasi untuk menjadi semakin dekat dengan nasabah, serta mengembangkan fitur-fitur yang meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses layanan perbankan syariah, termasuk menjaga kinerja dan kemampuan sistem ITnya, tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan kepatuhan terhadap prinsip syariah,” tambah Yuli.

Selain memperkuat bisnis inti, BCA Syariah juga aktif mendorong pemberdayaan UMKM. Melalui program WEpreneur, perseroan memberikan pelatihan intensif kepada 30 UMKM perempuan terpilih serta micro mentoring yang menjangkau 3.148 peserta sepanjang 2025.

Ke depan, BCA Syariah menargetkan penguatan struktur pendanaan, peningkatan kualitas pembiayaan, serta pengembangan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah. Perseroan juga berkomitmen mendukung literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Sebagai informasi, BCA Syariah merupakan anak usaha PT Bank Central Asia Tbk. yang beroperasi sebagai Bank Umum Syariah sejak 5 April 2010. Hingga Desember 2025, BCA Syariah telah memiliki 77 jaringan cabang di berbagai kota besar di Indonesia.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: