Gandeng Jovial-Andovi Da Lopez, KPK Garap Drama Musikal “SIDIK” Kampanye Antikorupsi
BeritaNasional.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggandeng kreator konten Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez dalam kampanye pendidikan antikorupsi.
Kampanye tersebut dilakukan melalui drama musikal bertajuk “SIDIK” yang akan dipentaskan pada 4-6 Desember 2026 menuju Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia).
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief mengatakan proyek tersebut merupakan agenda besar yang telah dipersiapkan sejak 2024.
Menurut dia, pendekatan seni pertunjukan dipilih sebagai upaya memperluas jangkauan edukasi antikorupsi, khususnya kepada generasi muda dan kalangan penikmat teater.
“Proyek ini agenda besar yang telah disiapkan dan digodok sejak 2024, dengan belajar dari berbagai produk kreativitas sejenis yang menginspirasi lembaga,” ujar Amir di Gedung Merah Putih KPK dikutip Minggu (21/6/2026).
Amir menilai drama musikal menjadi medium strategis untuk menyebarkan nilai-nilai antikorupsi kepada segmen masyarakat yang lebih spesifik, seperti penyuka teater dan seni budaya.
KPK berharap kampanye kreatif ini dapat memantik respons positif dan menjangkau masyarakat lebih luas.
Dalam proyek ini, KPK bekerja sama dengan Da Lopez Entertainment melalui mekanisme pengadaan penunjukan langsung sesuai Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 5 Tahun 2021.
KPK juga menekankan aspek akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran pementasan. Amir mengatakan anggaran negara hanya digunakan untuk pertunjukan non-komersial yang ditujukan bagi pegiat pendidikan, penyuluh antikorupsi, dan mitra strategis pencegahan.
“Perencanaan, pengelolaan, dan pertanggungjawaban anggaran tetap akuntabel karena keuangan negara hanya dialokasikan untuk show non-komersial yang dihadiri para mitra pendidikan antikorupsi,” tegas Amir.
Andovi da Lopez mengatakan naskah drama dikembangkan berdasarkan riset dan wawancara eksklusif dengan penyidik KPK.
Menurut dia, pendekatan itu dipilih agar cerita tetap berpijak pada realitas kerja penyidik, dengan inspirasi dari perkara-perkara lama yang telah berkekuatan hukum tetap.
“Berangkat dari rasa penasaran publik mengenai realitas kehidupan seorang penyidik KPK. Mulai dari apa yang dilakukan saat menangani kasus, proses penegakan hukumnya, hingga kehidupan pribadi,” jelas Andovi.
Ia menegaskan drama tersebut tidak mengangkat kasus yang sedang berjalan agar tidak memengaruhi proses hukum.
Sejumlah perkara lama yang telah inkrah dijadikan inspirasi cerita, lalu dikemas dengan sentuhan humor agar tetap menghibur.
Jovial da Lopez menyambut kolaborasi tersebut dan menilai keterlibatan pekerja seni dalam kampanye antikorupsi merupakan langkah yang jarang terjadi.
Ia berharap musikal “SIDIK” dapat memberi perspektif baru bagi anak muda mengenai profesi penegak hukum.
“Menurut saya, kolaborasi seperti ini jarang terjadi. Melalui musikal ini, anak muda diharapkan melihat profesi penegak hukum adalah pekerjaan sangat mulia, yang wajib dilandasi integritas kokoh sebagai pondasi utama,” ucapnya.

PERISTIWA | 20 jam yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







