Calon Ketum HIPMI William Heinrich Yakin Prabowo Gandeng Pengusaha Kejar Indonesia Emas
BeritaNasional.com - Bakal calon Ketua Umum BPP HIPMI William Heinrich mengatakan, kolaborasi pemerintah dan kalangan pengusaha akan menjadi kunci mewujudkan visi Indonesia Emas.
Pernyataan itu disampaikan William dalam konferensi pers di SCBD Jakarta Selatan, saat memperkenalkan gagasan HIPMI 8% pada Selasa (14/3/2026).
William menegaskan, target pertumbuhan ekonomi 8 persen menjadi kebutuhan mendesak agar Indonesia keluar dari jebakan middle income trap.
"Target (pertumbuhan ekonomi) 8 persen dari Presiden Prabowo Subianto adalah target yang rasional, jika didukung oleh pengusaha yang efisien, produktivitas yang tinggi, danaringan ekonomi yang kuat," ujarnya.
Menurut dia, momentum bonus demografi harus dimanfaatkan melalui sinergi negara dan sektor usaha, terutama pengusaha muda.
Maka dari itu, HIPMI tidak bisa lagi berada di posisi pasif dan harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
"HIPMI tidak boleh lagi menjadi penonton. HIPMI harus mengambil alih kemudi sebagai kekuatan ekonomi baru yang langsung bekerja di lapangan, menciptakan nilai, dan mendorong pertumbuhan nyata," terangnya.
Sebagai langkah konkret, William menargetkan lahirnya 10.000 pengusaha produktif baru yang mampu bertahan, mencetak keuntungan, dan menyerap tenaga kerja lokal.
Dalam aspek pembiayaan, William menyebut perubahan arsitektur ekonomi nasional membuka peluang besar bagi pengusaha muda.
Kehadiran lembaga investasi seperti Danantara dinilai menjadi momentum memperkuat akses pendanaan.
Karena itu, ia mengatakan HIPMI akan membentuk HIPMI Capital Desk untuk mempersiapkan anggota memenuhi standar kelayakan investasi, termasuk tata kelola dan prinsip keberlanjutan.
"Kami akan menjadikan HIPMI sebagai credit enabler dan market connector yang menghubungkan pengusaha muda dengan sumber pendanaan, baik dari negara maupun swasta," tandasnya.

EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







