Jepang Protes Latihan Tembak China-Rusia, Beijing Sebut Protes Tak Beralasan

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 21 Juli 2026 | 18:27 WIB
Ilustrasi kapal perang. (BeritaNasional/CENTCOM)
Ilustrasi kapal perang. (BeritaNasional/CENTCOM)

BeritaNasional.com -  Jepang melayangkan protes diplomatik kepada China terkait latihan tembak langsung yang melibatkan kapal perang China dan Rusia di wilayah yang diklaim Tokyo sebagai zona ekonomi eksklusif (ZEE).

Latihan militer tersebut berlangsung sekitar 180 kilometer sebelah barat daya Okinotori pada Minggu (20/7/2026). Jepang menyebut aktivitas itu berpotensi membahayakan pelayaran kapal di sekitar lokasi.

Juru bicara pemerintah Jepang Minoru Kihara mengatakan Tokyo telah menyampaikan keberatan melalui jalur diplomatik karena latihan tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan navigasi.

“Pemerintah Jepang menyampaikan protes kepada China melalui jalur diplomatik karena aktivitas tersebut dapat membahayakan navigasi kapal-kapal di sekitarnya,” ujar Kihara kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).

Namun, China menolak protes Jepang. Kementerian Luar Negeri China menyebut keberatan Tokyo tidak beralasan dan menegaskan aktivitas negaranya di laut lepas sesuai dengan hukum internasional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menilai Jepang telah membesar-besarkan aktivitas yang dianggap sah dilakukan oleh negara lain.

“Aktivitas China di laut lepas sesuai dengan hukum dan praktik internasional,” kata Lin dalam konferensi pers harian.

Ketegangan antara kedua negara kembali meningkat setelah China dan Rusia dalam beberapa tahun terakhir memperkuat kerja sama patroli laut dan udara di sekitar Jepang. Kondisi itu membuat Tokyo meningkatkan pengawasan serta memperkuat pertahanan di wilayah kepulauan mereka.

Militer Jepang menyebut latihan tersebut melibatkan sejumlah kapal perang, termasuk dua kapal perusak rudal China, satu kapal suplai, dan sebuah fregat Rusia. Kapal-kapal di sekitar lokasi telah mendapat peringatan melalui radio sebelum latihan tembak dilakukan.

Sengketa wilayah juga menjadi salah satu sumber ketegangan kedua negara. China menilai Okinotori bukan pulau, melainkan karang, sehingga Jepang tidak berhak menetapkan wilayah perairan di sekitarnya sebagai ZEE.

Insiden ini berpotensi kembali memperburuk hubungan Jepang dan China yang sebelumnya sudah mengalami tekanan akibat perbedaan pandangan terkait Taiwan.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: