Rosan: Investasi Triwulan II 2026 Tembus Rp511,8 Triliun, Hong Kong Jadi Investor Terbesar
BeritaNasional.com - Realisasi investasi di Indonesia pada triwulan II 2026 mencapai Rp511,8 triliun atau setara 25,1 persen dari target investasi nasional tahun ini. Hal ini disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani usai melapor ke Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Rosan mengatakan, realisasi investasi itu tumbuh 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menyerap 742.293 tenaga kerja.
"Kalau kita lihat long term commitment-nya ini, terutama memang dari China, Jepang, sebenarnya negara-negara lainnya itu seperti Korea juga itu masih sangat kuat," kata Rosan.
Rosan berujar, pemerintah terus menjaga iklim investasi melalui berbagai kebijakan yang memberikan kepastian bagi dunia usaha, terutama terkait perizinan.
"Kita juga selalu menjaga dan meningkatkan iklim, terutama iklim investasi dengan kebijakan-kebijakan yang makin baik, dan ini juga direspons positif oleh para investor, terutama juga dengan adanya peraturan pemerintah yang lebih memberikan kepastian atau certainty dari terutama segi perizinan dan juga license dan permit," jelas Rosan.
CEO BPI Danantara ini menjelaskan, komposisi investasi pada triwulan II 2026 relatif berimbang, dengan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar 49,6 persen dan penanaman modal asing (PMA) sebesar 50,4 persen. Kontribusi investasi di wilayah Jawa dan luar Jawa juga hampir seimbang.
Dari sisi PMA, Maluku Utara mencatat realisasi terbesar sebesar Rp39,5 triliun, diikuti DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, dan Jawa Timur. Sementara untuk PMDN, DKI Jakarta masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi Rp58,6 triliun.
Rosan juga mengungkapkan adanya perubahan peta negara asal investasi pada triwulan II 2026. Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, Hong Kong menjadi sumber investasi terbesar di Indonesia.
"Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, China investasinya lebih agresif melalui Hong Kong, sehingga tempat pertama dari investasi di kuartal kedua ini ditempatkan oleh Hong Kong dengan 5 miliar, Singapura 4,2 miliar, Tiongkok 1,7 miliar, Jepang 0,9 miliar, dan Malaysia 0,7 miliar," tandasnya.
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu







