Penjelasan TNI soal Awal Mula Ledakan Gudang Amunisi Madiun

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 16 Juli 2026 | 18:58 WIB
Ilustrasi ledakan gudang amunisi. (BeritaNasional/ChatGPT)
Ilustrasi ledakan gudang amunisi. (BeritaNasional/ChatGPT)

BeritaNasional.com - TNI Angkatan Darat (AD) mengungkap awal mula kejadian sebelum terjadinya insiden ledakan di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Jalan Raya Madiun-Surabaya, Saradan, Madiun, Jawa Timur (Jatim), Kamis (16/7/2026) pagi. 

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono mengungkapkan awal mula insiden ledakan gudang amunisi yang menyebabkan satu prajurit gugur dan enam prajurit lainnya mengalami luka-luka. Berdasarkan laporan yang diterima, ledakan itu terjadi saat prajurit tengah bertugas melakukan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil amunisi. 

"Berdasarkan laporan awal yang kami terima, insiden terjadi saat personil melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil amunisi di salah satu gudang penyimpanan," kata Donny kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/7/2026) sore. 

Donny menjelaskan, saat ini TNI AS telah mengambil langkah-langkah penanganan awal dengan memberikan perhatian dan pendampingan penuh terhadap korban, berkoordinasi dengan rumah sakit, serta membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman dan investigasi secara menyeluruh, guna mengetahui secara pasti kronologis maupun penyebab insiden tersebut.

"Perlu kami tegaskan juga bahwa proses ini dilakukan secara profesional, objektif dan menyeluruh agar setiap fakta yang diperoleh nantinya dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya. 

Lebih dari itu, ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan ruang kepada tim investigasi agar dapat bekerja secara optimal serta menghindari spekulasi mengenai penyebab terjadinya penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai.

"Tim investigasi sudah dibentuk dan sore hari ini juga sudah berangkat menuju ke tempat kejadian. Kemudian TNI Angkatan Darat yang jelas berkomitmen untuk menangani peristiwa ini secara serius, transparan, sekaligus memastikan setiap langkah penanganan terhadap korban maupun proses investigasi berjalan sebaik-baiknya," tegas Donny. sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: